Setelah mendengar kata-kata bijak, aku termotivasi untuk hiduplebih baik dari sebelumnya, bersikap baik dari sebelumnya, dan melakukana amalan amalan yang baik dari sebelumnya, namun ternyata hidup tidak semudah apa yang diucapkan oleh bla bla bla( dia menyebutkan orang –pembawa acara yang selalu berkata-kata bijak ) dan lagi-lagi aku harus terhempas dengan kondisi real yang sangat menyakitkan, itulah ujian babak kedua setelah motivasi pertama,
Buku-buku yang kita baca dari kecil sampai sekarang, keluh kesah yang kita dengar dari orang lain atau bahkan yang terucap dari mlut kita sendiri, cerita-cerita apa saja yang terdengar tanpa kita sadari dan masuk ke otak kita lalu menjadi terfikirkan, sejatinya adalah benang merah tahap demi tahap kita sendiri yang tentu akan berbeda manusia satu dengan lainnya. Jadi kita harus bijak dalam membawa diri, membebaskan tubuh kita untuk mereguk informasi apapun demi kemajuan perkembangan diri, dan lain-lain, menyiksa diri dan memunafikan diri, sejatinya dia berlaku zalim terhadap dirinya sendiri.
19 Maret 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar