Sabtu, 20 Mei 2023

Tana Tana Grono 1 - 8

 1.       Tana tana Grono

 Aku menarik diri

Dari sesuatu yang tersukai

Seiring bersemi pemahaman

Yang bertentangan dengan kebiasaan

 

Tana – tana grono

Keberhasilanku melawan hati

berselimut kabut kebahagiaan

Kebahagiaan yang menjebak

 

Tana tana grono

Seluas bumi aku berlari

Seluas samudra aku berenang

Selapang angkasa raya aku melayang

 

Tana tana grono

Dalam ramai aku tersakiti

Dalam hening merasa berarti

 

27 Januari 2017

 


 2.       Dewi

 Bulan sabit yang kuning keemasan

Kulihat begitu tenang bersandar di sela pucuk daun kelapa

Awan hitam berjalan pelan, sesekali menutupi ujung bulan sabit

Namun bulan tetap tenang

Tak berkemiing sedikitpun

Sekawanan kelelawar melambaikam sayapnya buatku

Dan kemudian kubalas lamabiannya.

 

Oh malam,

Terasa anggun langkahmu menapaki relung2 hatiku yang kosong

Terasa sejuk gerakmu meniti sanubariku yang hampa

 

 

24 Juni 2001

 


 

3.       Kuncup

Kuncup yang tertutup

Hendakkah kau merekah?

Menghirup angin dunia

Yang penuh puji dan cela…

 

24 februari 2003

 

 

4.       Netral

Pada benda yang bulat

Ada dua sisi di dalamnya

Adalah bumi

Terdapat kebaikan dan keburukan

Hanya ada hitam dan putih

Tak ada pilihan yang ketiga

 

Dunia tak ada yang netral

Bilapun ada yang menganggap ada

Pastilah itu sebuah kebohongan

Sebuah kepalsuan

Yang samar bentuknya

Abstrak tanpa kejelasan

 

Netral ibarat sepercik noda

Yang tanpa sadar tiba-tiba telah melekat

pada hem putih lengan panjang

dengan

 9 februari 2017


 

5.       Daun daun dan kayu kaku

 Daun daun dan kayu kaku

Gradasi Cahaya bertingkat dari gelap ke samar

Mempertajam hitam setiap benda

Didepan langit –langit yang meredup

 

Hewan malam dan kodok masih terus bersahut

Meriuh gaduh pagi yang menawan

 9 Februari 2017



6.       Lebai

 Lebai

Merusak naluri alam

Membuat risih

Mencipta pedih

 

Norak

Tak sesuai wajah

 

 

8 Februari 2017

 

7.       Seperti angin

 

Seperti angin

Yang berlari di antara rinai hujan

Menyambangi pucuk-pucuk daun

Membelai batang-batang kayu

Jelas namun tak berbekas

Rinduku berpadu asa

Berlari mencari tambatan rasa

Menyisakan gurat ukiran

Namun sekejap sirna begitu saja

Hancur dan melebur terkoyak cahaya

Yang setiap titiknya begitu kuat

Dan Terang benderang

 

Hampir saja aku terbawa arus

Asa dan rasa yang tidak jelas hakikatnya

Mungkin saja akan semakin memukau

Ukiran-ukiran dengan beragam pola

Dan cahaya hanya memantul lemah

Yang terwakili siluet pudar

 

8 Februari 2017

 

 

8.       Berbagi

 

Tuhan menciptakan bumi dan manusia

Untuk saling berbagi

Agar bermanfaat satu dengan lainnya

Sedikit hal dari sekian hal yang tanpa batas

Mari berbagi,

 

tahu tidak?

 

 

 

2 April 2017

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#2___Lentik Jemarimu bukan untuk scrolling semata

             Tipis cahaya matahari menembus celah gorden kamar Revina, memaksanya membuka mata dengan berat. Ia lihat jam di dinding menunju...