Sabtu, 20 Mei 2023

Krawajisak 1 - 25

 1. KRAWAJISAK

nikmatnya

terlelap lagi

kembali terlelap

di pagi hari, (selepas subuh)

 

diantara tersadar, termimpi

(mengigau)

krawajisak….

 

sekedar terjaga

bersiap melakukan aktifitas

tapi malas sekali untuk bangun pagi

terlelap lagi

kembali terlelap

di pagi hari,

duh, nikmatnya

 

krawajisak….

 

 

Sompok,

Kamis wage, 02102014_05:25

 

2. SORE

 

kau bercerita tentang waktu
tentang  jarum jam yang terus berputar

tanpa henti
yang arahnya selalu ke kanan

tidak pernah ke kiri.

 

sore, selalu saja seperti ini.
awan putih kebiruan menggumpal di langit luas
burung-burung beterbangan di bawahnya

 

daun-daun kering

yang tangkainya melancip seperti kaki belalang

jatuh berputar kacau tak beraturan.

 

sore, masih seperti ini
matahari bersinar kuning emas

memeluk punggung-punggung bukit hijau desa
kayu-kayu kekar separuh tersinar,

separuh yang lain redup sembunyi.

 

sore..
apalagi yang masih seperti itu dan ini?
banyak sekali..

tak terhitung dan tidak mungkin bisa di hitung, 
dengan kalkulator, android apalagi jari jemari

 

sore,

kaupun masih saja seperti itu dan ini..

bukan cuma melewati
tapi melakukan sesuatu.
karena tiap waktu katanya sama.
yang tidak adalah bertindak

 

tapi jangan berharap-harap
takut harapan membakar hangus niat.

tapi bercemas-cemas
karena harapan dan cemas

ibarat pinang di belah- belah. 
tidak pernah hanya cuma dua belah.

tapi banyak.

 

sore...
aku merenungimu.
berharap banyak untuk manfaat hidup.

 

tlaga permai, 07122015_16.29

 

 

3. TERTUTUP (LAGI)

 

hidung kedat
mata basah
apa yang kau resahkan?
sudah jelas itu kepastiannya.

gemeretak kepalan tangan

tidak cukup karena itu juga masih terlalu lemah.

semangkuk kinca gula aren pastilah manis
wajar bila itu harus di tutupi

boleh pakai rantang seng atau piring beling

yang tentu saja harus lebih lebar dari mangkuk tempat kincanya.

 

tapi apa mereka tidak tahu?
bukankah kinca gula aren berbeda dengan gula jawa.
meskipun terbuka semut tidak begitu tertarik dengannya. 
buktinya hanya satu dua saja yang sekedar mampir

atau apalah mereka singgah melongok.

seperti ini baru kemarin aku membuktikan
koling empuk yang terbuka
semangkuk kinca gula aren dengan kondisi yang sama
mereka bertahan.
se-jam kemudian, hanya krongo yang berkerumun.

itupun di kolang-koling. 
bukan di kinca gula aren.

 

jadi sudah jelas bukan?
kenapa masih saja ditutup?
di tutupi? tertutup?

kenapa tidak di buka saja?
terbuka..

biar jelas bila gula aren itu masih encer atau sudah mengendap.

hanya soal tertutup dan terbuka saja bukan?
tapi kenyataanya kepalan tanganmu masih saja lemah.


ya tentu saja
kepalan tangan mana mungkin bisa membukanya
harusnya rentangkan jemarimu
rileks
slow

 

jempol dan jari telunjukmu

gunakan untuk mencimit tutup yang menutupi
atau kalau masih berat,

jempol dan jari telunjukmu

gunakan untuk mencimit tutup yang menutupi
atau kalau masih berat,
pakai jemari yang lain

untuk membantu agar tidak hanya mencimit,
tapi mencomot.

 

sompok, 07122015_19.51

 

 

4. BERTEMU KAMU

 

sore tadi cukup istimewa
bertemu kamu yang berbulan lalu pergi

kau bawa kabar banyak
tentang hutan tanaman hingga kuman
tentang terminal stasiun hingga bandara
kau bercerita begitu gamblang
aku terus mendengarkan.

ceritamu menawar waktu
menawar kesempatan supaya laku
terbius banyak hal yang luar dari biasa

akupun tergoda
tergoda yang di sengaja

lihatlah kita punya desa
dengan beraneka hal 
dan kita melihat itu biasa saja
karena desa lain juga demikian
biasa saja.

 

tapi coba lihat sekali lagi
apa yang lain dari kita dengan mereka

hal kita melimpah..
potensi alam ranum berbuah

rencanakanlah sesuatu
namun jangan dulu kau lihat sisi gelapnya meski itu perlu
lihatlah terangnya, namun jangan paksakan mata yang berketep
karena itu kurang sempurna
meskipun kita tahu dunia ini tiada yang sempurna.

 

silahkan diminum dulu kopinya

lalu kau lanjutkan

 

tidak ada yang instan
semua perlu proses
kabari teman teman dimanapun mereka
cambuk motivasinya jangan sampai terus mendengkur
karena ide mulia dan jiwa patriot biasa muncul ketika kita jauh di sana sana

 

sore semakin gelap
kambing mengembik patah-patah
sapi di samping ikut melenguh panjang
barisan semut siaga diatas meja mendekat gelas sisa kopi kita berdua.

 

gerimis masih merintik
kau pun pamit.

 

sompok, 08122015-19:59

5. 
SEPAKAT

 

kesepakatan yang telah kita buat 
haruskah dibatalkan begitu saja
padahal yang telah kita sepakati 
telah melahirkan banyak argumentasi

 

timbanglah sekali lagi untuk masa nanti
jangan egois seolah hidup ini cuma sendiri 
aku dan kami masih disekitarmu 
sangat dekat.

 

kita masih satu ikatan
jangan kau lemahkan hanya demi misi yang belum pasti

timbanglah sekali lagi untuk masa nanti

lihatlah.. 
aku yakin kita sangat sayang mereka
juga orang tua kita
mereka pasti juga demikian 
jangan kecewakan!

 

aku menyepakati demikian bukan tanpa sebab
dulu kita pernah berharap 
dan kesepakatan kita adalah buah dari harapan itu

kita sangat paham

sekarang adalah masa-masa sulit 
yang dulu juga pernah kita pertimbangkan 
karena itulah konsekuensinya.

apakah dengan ujian ini kita luruh begitu saja?
padahal dulu kau sendirilah yang paling ngotot
meyakinkan aku yang ragu
takut tersangkut bila melangkah 
dan akhirnya kita melangkah sampai kini
bukti kalau kau berhasil meyakinkanku

 

apapun ini,
yang terjadi saat ini
pandanglah sebagai uji kelayakan 
yang nanti juga ada bel istirahat dan bel jam berikutnya
ingatlah, bahwa kita telah melewati bel pertama 
yang begitu mendebarkan
dan akhirnya itupun telah lewat.

 

kesepakatan yang telah kita buat 
jangan dibatalkan begitu saja
karena yang telah kita sepakati 
telah melahirkan banyak argumentasi

kita harus kokoh
karena hari kelak kitalah yang menghadapi
bukan siapa-siapa, tapi kita!

mereka juga punya urusan sendiri-sendiri
jadi tidak mungkin bisa menolong

 

ayolah
bangkitlah
lewati saja
jangan putus asa!

 

 

sompok, 08122015_21:59

 

6. KABARI SYUKUR DAN SABAR

 

kejadiannya begitu cepat
jauh disana, diantara deras hujan
yang menghalangi pandangan

 

tak henti kami berbincang
dari kemarin hingga sekarang

kabarmu, membuat kami miris 
mendesis, berdecak ngeri.
bulu kuduk berdiri.


bagaimana mungkin?
kemarin kita saling bicara banyak
tentang banyak hal.

 

kabarmu, tak sampai hati kami membayangkan
aku yakin kamu bisa melewati ini semua.
kuatkanlah…

segala sesuatu 
ada dan akan terjadi sesuai ketentuan-Nya

 

sungguh, kita harus bersyukur sebagai umat muslim
jika mendapat kebaikan kita bersyukur
ini akan menjadi kebaikan bagi kita
dan jika mendapat musibah kita bersabar
dan ini juga menjadi kebaikan bagi kita.

 

olehnya
bersabarlah dengan ujian ini, teman.
kami akan selalu mendoakan 
untuk kesembuhanmu.

 

 

sompok, 08122015_22:57

 

7. PAGI

 

aku berjalan
capung terbang
ikan berenang
jangkrik meletik

 

kabut, pekat menghambat
yang berjalan dan yang terbang.

hewan malam masih enggan diam
padahal sudah terang meski belum benderang
tapi kemudian semakin pelan dan mengecil

 

di belakang
tepatnya pada sebuah pematang
krokot menghijau dan menebar wangi
udara begitu segar
tanpa bergerak kemanapun

 

hewan ternak memulai perannya
berkokok gaduh, melenguh dan gemberan..
cepat sekali waktu berjalan
dan kini beranjak siang.

 

sompok, 09122015-06:35

8. 
SIANG DI PEWINIHAN

 

biji biji padi mulai mekar
kulitnya lepas keluar akar
di atas hamparan belet
rekat berpijak berdesak satu dengan lainnya

 

jaring ditebarkan 
berkeliling memutar melindungi dan memberi batas
agar tidak ada yang kelewat batas

dan itu harus begitu.

 

dari utara bibit ngiring berkokok 
melewati rayutan, jemuah wage dan krokot
berjalan cepat membuat satu dua pengikutnya terjungkal berkali, lalu bangun lagi
terus berlari, menuju jaring yang samar

 

seekor bancet menatap masygul
merasa terusik dengan kedatangan pasukan ini
lalu dia meloncat lagi
kesana kemari
melanjutkan aksinya menerkam mrutu-mrutu bernasib sial.

 

pelan namun pasti
ular sawah juga punya ambisi 
membagi sial tidak hanya buat mrutu
dia mendekat dan terus mendekat,

 

pluk... kaki kiri mungil dan berserat

terbenam dimulutnya

tak ada ampun
bancet menjerit pilu.

pasukan terhenti sejenak
sang bibit berkokok aneh
pasukan terpana dengan tontonan ini
mereka tertunduk, berduka, dalam.

 

pada pojokan,

seekor kinjeng dom bertengger

di ujung benang yang mengikat jaring dengan tiang penguat,
melihat ini sang bibit tersenyum
dengan tangkasnya dia mematok.

 

tapi lagi-lagi, siang ini memang hari berbagi sial
jaring yang kuat menggulung tubuh yang berdebu

kinjeng dom enteng saja melesat pergi

 

sang bibit berontak
pasukan mawar miwir kacau kesana kemari

itu berlangsung lama

jaring pun bobol
sang bibit jumawa,

melenggang masuk diikuti pasukannya

siang itu, mereka berpesta

"sial"

tubuh renta dengan caping di kepala

bibirnya bergetar
kedua tangannya gemeretak mengepal.

 

sompok, 09122015-14:14

 

 

9. DI PINGGIR KALI

 

di pinggir kali yang bening
lebat jambu merah
kulit ari pada batangnya
nglinting mengelupas
tak seorang pun menaiki untuk memetik

 

plung...
satu dua buahnya jatuh
masuk kedalam lalu menyumbul di permukaan
kulitnya putih bersih kemerahan
halus tak ada noda satupun

 

sembilan meter ke utara
manggis bergelantungan
dengan kulitnya yang kasar serta mengalir getah putih

semeter di sampingnya ratusan lebah berdengung

hinggap di bunga bunga klengkeng
dan ada satu tangkai

bunganya berubah jadi kumpulan bola pingpong

disampingnya, cempedak menebar aroma wangi

 

blugggh...
langkahku terhenti
hampir saja aku mati
benda penuh duri sebesar kelapa jatuh dan menggelinding tepat di depanku

 

hhhhaahhh..
kutarik nafas dalam
hampir copot jantungku
lalu kudongakan wajahku ke atas
ratusan raja dirajanya buah bergelantungan
seperti gigi otek 
buah-buah itu bergoyang mau lepas

 

tiba-tiba saja sayap besi tumbuh di pundakku.
tiba-tiba saja valentino rossi mengerem motornya dan langsung meletakan helmnya di kepalaku
aku terharu

 

spontan sayapku bergerak
merentang dan membawaku melesat
pedang baja hitam barada di tanganku
mudah saja kutebas durian durian itu

 

oiii!!!
siapa kau?!

dari bawah gandalf dengan caping lancipnya seperti pengemis mengacungkan tongkat saktinya ke arahku
namun bilbo si pencuri cincin melemparkan cincinnya
tangkapan yang sempurna memukau beberapa burung sidum yang kebetulan lewat.

cepat dan cekat kupakai saja cincin itu di jari manis kiri

 

"cliinkk"
mereka tak mampu melihatku,

ah, sempurna betul hidupku.

 

sompok, 09122015-22:14 wib

 

 

10. MEWARNAI

 

hitam putih pun masih diwarnai 
seperti tv hitam putih, 
tentu lebih mahal yang berwarna

elegan mana 
sketsa gambar klasik 
atau mandi warna berwibawa

 

anakku, dua setengah tahun
tadi siang lomba mewarnai, ikut-ikutan, ikut-ikuti

masal juara harapan ia
harapan bisa belajar mewarnai lagi

dari 100% waktu yang disediakan
hanya satu goresan warna untuk 1%nya
99% sisanya untuk goresan dihati mamanya 
menangis dan minta jajan

 

namun lihatlah
ibu selalu berpuas 
anak ini bisa bertemu dengan anak itu
berkenalan dan saling tahu
banyak teman, banyak tahu

 

cihonje, 10122015_12:45

 

11. SEBELUM HUJAN

 

melewati sompok taman bermain, 
dream land dan cipendok
itu bukan tamasya, bukan pula bersuka cita 
apalagi ke bina ria
bukaaan… bukan itu.

 

tetapi ada sedikit urusan
purwokerto tepatnya
kota tujuan orang punya urusan
disana apa saja ada
ada apa saja?  apa saja.

 

maunya apa? bukan, jangan macam-macam
cuma satu! pulang tanpa kehujanan 

tapi antrian panjang

koreksi kondisi badan 
sudah direncana lama
tapi antrian panjang

inginnya pulang tanpa kehujanan 
ya sudah balik kanan
sebelum kehujanan

 

sompok-purwokerto, 10122015_11;00

12. 
BATAL

 

plung, jambu nyemplung di kali 
bluk! pasti bluluk. 
di atas seekor tupai menggaruk-garuk
bwlegh, buah berduri runtuh.

plik.. di dinding ada cicak 
masih mengurut ekornya
baru saja membuang kotoran

kotorannya hitam putih
hitam 90 % putih 10 %

meski itu mirip seperti saudara kembar 
asal jangan diputeeer dijilaaat dicelupin,

cicak itu masih tertegun
merasa kehilangan

aku pun tertegun
ketika ada yang lengket pada telapak kaki 
sore itu wudlu ku berkali-kali.

 

sompok, 11122015_23;59

 

 

13. KOSONG

 

jempol jentik dan telunjuk
berketuk-ketuk di atas meja
glotekan, dan aku kenal 
itu irama andre hehanusa
kkeb_karena ku tahu engkau begitu

 

di sampingnya soal rapi terlipat
bersama lembar jawab 
masih bersih belum terisi
padahal sudah 45 menit
masih saja melamun
tatapannya kosong
sekosong lapangan depok disiang bolong

sesekali matanya berkedip
menarik nafas dan menguap berat
membuat pulpen di jarinya bergetar

 

pulpen itu warnanya pink
kontras dengan dandanannya
dia laki-laki, tubuh kekar dengan rambut mekar berkilau
otot-ototnya timbul vertical di leher
jakun melotot kedepan
sangar!

 

masih saja melamun
bibirnya bergerak-gerak memanjang kiri kanan
tersenyum, merengut, tersenyum lagi merengut lagi

perlahan tubuhnya lunglai seperti ayam jongkor
tangan kanannya melurus kedepan 
tangan kirinya menyiku menyangga janggut
matanya memerah lalu terpejam

 

ku mendekat
kibisikan kata-kata lembut
silahkan ke belakang
bukan untuk bertemu teman bertukar jawaban
tapi kau cucilah wajahmu
biar setan yang melekat
padam oleh semangatmu

 

gumelar, 11122015_09;05

 

 

14. ANGKA CANTIK

 

sesuatu yang menarik
salah satunya biasa kita sebut cantik
bukan hanya untuk yang feminin

tapi juga untuk yang lain.

 

ada angka yang katanya cantik
entah menilai dari sisi mana

yang jelas itu sering kita sematkan

pada sekumpulannya yang unik

seperti hari ini misalnya

sabtu kliwon, 12122015

tanggal dan bulan dengan angka sama
cantik bukan?
apalagi bila ditambah jam 12 lebih 12 menit 12 detik
atau jam 20 lebih 15 menit
atau angka apalah yang lain banyak. 
kita sering nenemui itu

 

bila memang nenarik
tertariklah sebatas logika
jangan dipautkan dengan hal apapun
karena kita diciptakan bukan untuk itu

 

sompok, 12122015-23;48

 

 

15. SEMUT

 

di antara lumut hijau
mereka terus merangkak
dari arah berlawanan
juga berjalan

namun pelan

 

ketika berpapasan saling salaman

tanpa ada yang terlewatkan 
satupun.

 

sinar matahari pagi
membuat siluet pada setiap gerakan

di tiang kekar sumurku

di antara paralon dan klem seng yang berkarat

semut itu terus begitu
tak peduli kondisi sekitar
yang bahaya dan cukup mengerikan
terus menunaikan aktifitas pagi
demi kelangsungan koloni
dan itu harga mati.

 

sompok, 13122013- 07:58

 

 

 

16. PIKIRKU

 

kupikir berjalan apa adanya
sesuai yang semestinya
membuat cemburu mereka
yang pandainya menerka-nerka

 

kupikir baik-baik saja
tidak ada yang di khawatirkan
dari cerahnya langit
dan sejuknya angin gunung

 

debu yang beterbangan
kala kemarau lalu
kini menyatu 
menjelma lempung 
dengan guratan hitam

seperti piring renteng 
ia nyaris pecah

 

kupikir tidak ada apa-apa
air mengalir angin sepoi
ranting kering jatuh
tunas tumbuh.

namun itu semua hanya pikirku


namun itu semua hanya pikirku
yang hanya bisa menerka
bukan menentukan

aku mengambang di sana

dan guratan itu
semoga baik-baik saja

 

sompok, 13122015-12;35

 

 

17. KEBANCUH

 

teras beratap

seng berisik
seperti kerikil ditebar di atasnya

 

butiran air

menggempur

tanpa permisi 
apalagi mengetuk pintu
menerobos sinar matahari yang menyala
mendadak dan tiba-tiba

 

100 meter ku berbalik

seperti ada sumbatan di ulu hati

huft...
basah sudah yang telah kering

 

sompok, 13122015-14:41

18. 
REMOT

 

cinta itu
tuna netra dan tuna rungu
itu syair lagunya

 

lagu abg usia sma smp bahkan paud dan sd

dan para orang tua

yang terpaksa galau dengan anak-anaknya 
yang terlalu serius,

bukan serius dengan buku pelajaran
bukan pula serius orek-orekan mencari jawaban 
tapi serius memegang remot
mengalahkan segala chanel

ini yang bikin 'galau'

 

memangnya belajar hanya dilakukan di sekolahan saja?
ini juga proses belajar, mempelajari,
ada banyak pesan disana


nilai-nilai kehidupan yang unik, yang tidak semua orang sanggup memikulnya.

 

tapi sayang,
yang tersampaikan justru kekerasan,

lebai dan aleman.

 

sompok, 14122015-16:30

 

 

19. AIR

 

gerimis merintik usai maghrib
menderas selepas isa
airnya merendam jawa
hingga dalam sampai ke sompok

 

sudah ku duga
tetangga juga menduga
air sebanyak itu buat apa?
coba tanya pada siapa saja
air sebanyak itu buat apa?
coba tanya...

 

merenung sejenak
kerutkan dahi
merem semutlah
lakukanlah seolah berfikir tajam

perlukah ekspresi untuk menjawab itu?
perlukah sandiwara untuk itu semua?

 

tidak perlu!
tepatnya belum perlu.

jelaskan pertanyaanmu
perjelaskan kalimat dan bahasamu
kalau sudah jelas
orang tentu tidak akan lagi bertanya
buat apa.

 

Kini,

anggaplah kau sudah sangat jelas

dengan pertanyaan itu
sehingga tak perlu bertele-tele

menghabiskan waktu

 

air yang melimpah
itu untuk melunasi kerontang yang baru berlalu
dimana saja bukan hanya di jawa.

 

bara yang berapi serta api yang membara 
membuat asap semakin tebal
kini air itu menyulap bara menjadi pupuk 
menyulap asap menjadi udara sejuk.

 

seperti halnya sendi-sendi kehidupan
bumi yang kita pijak pun bersendi-sendi
berotot-otot
jauh kedalam

tak ada orang yang mampu

menganalisa dan mengambil data

tentang semua itu.

 

tekhnolgi canggih? 
otak encer?
jangan sombong...
itu tidak ada artinya sama sekali

 

air mengalir menembus apapun
tak terfikirkan.
dan jangan berusaha berfikir.
itu di luar kempuan manusia.

gerimis merintik usai maghrib
menderas selepas isa
kini telah mereda
membuat tanah dan tanaman basah
menjadi perantara air yang lewat.
menembus apapun
lebih dahsyat

dari senapan yang kau banggakan

dengan seikat lima ekor codot pada sabuk celanamu.

 

ini baru setitik bumi
belum yang lain...

 

sompok, 14122015-21:52

 

 

20. SAKIT

 

sakit itu menyakitkan
membuatku terbaring

terus menerus tak terurus

membuat gerak dan keperluan harus pelan
menjaga luka hingga baikan

 

sakit itu melenakan
membuat kecanduan
merajut benang-benang
membawa balon udara terbang mendekat awan
tidak berfikir kalau-jatuh nanti

 

tlaga, 24112015

 

 

21. IKLAN

 

seperti mikroskop
meneliti sesuatu yang tidak terlihat
dicari dan dipelajari 
lalu menjadi tampak jelas

 

bukan paranormal 
namun tahu peluang
pandai mengeja situasi 
pasti, dan tiada ragu
lalu bertaruh.

 

seperti tadi ini 
kata siapa wanita sehari
tersenyum 60 kali?

 

kata mikroskop
yang bukan para normal
tapi cukup pakai akal

 

tlaga, 14122015_22:46

 

 

22. TULISAN

 

tulisan itu
mampu meresap di kain-kain waktu
melezat sesegar jus jambu
menikmat melebihi kopi susu

 

tulisan itu
bisa memutar balikan pemahaman
bisa kejam tak kalah fitnah

 

lewat tulisan 
banyak yang sembunyi di baliknya
berkata tidak namun kemudian bisa ia
dan sebaliknya dan kesampingnya

fikiran menderu mulut membisu

aku pun demikian
sembunyi dibalik kata

aku tidak mengenal kau
apa lagi kau 
sama sekali tidak mengenalku

 

setiap tulisan 
aku yakin kau sudah baca
meski hanya selintas

mau tidak mau
kata-kataku pasti ada yang terfikirkan

dan aku sembunyi di balik kata
berharap semua bisa tersampaikan
dari judul sampai kalimat terakhir
dari yang jelas sampai yang tidak jelas

 

dan ternyata kaupun sama 
sama denganku
hanya saja sembunyi 
pada tempat yang berbeda.

pasal-pasal cinta, laskar meong mandung
itu hanya novel biasa
biasa,

tidak sebanding dengan karya-karya kita 
yang sekarang belum tercipta
masih dalam angan-angan
bergelantungan belum pegangan

ide kita masih melekat belum jelas
kata-kata kita masih melekat belum dilepas

 

kalau kau pernah belajar corel draw
tekanlah kombinasi tombol control – k
agar ide tidak hanya di otak
tapi dilepas biar mandiri dan berkembang pesat

 

ide dan karyamu adalah karya besar
yang akan andil untuk memberi warna-warni dunia

 

tulisan kita
bila itu motivasi dan ajakan-ajakan 
untuk hal-hal kurang baik
merusak bumi
memutus sendi-sendi, 
otot-otot kehidupan
dan hubungan dengan penghuninya
pasti itu ladang api untuk kita

 

tapi, tulisan kita
bila itu motivasi dan ajakan-ajakan 
untuk hal-hal baik
memelihara bumi
memperbaiki sendi-sendi, 
otot-otot kehidupan
dan hubungan dengan penghuninya
serta memberi harapan-harapan
bisa menjadi ladang amal 
mudah-mudahan

 

tlaga, 15122015_06:15

23. 
PHP 1 (Pemberi Harapan Palsu)

 

akhir-akhir pekan ini
kami tahu banyak tentang kau 

bukan dari berkenalan 
tapi dari yang kami lihat
dari tv-tv, dari koran-koran
dan dari obrolan-obrolan

 

begitu terkenalnya dirimu
kau pun berkeringat
keringat panas, keringat hangat
juga keringat dingin

 

namun bagimu
mudah saja kalau hanya untuk menyeka
karena di lehermu 
melingkar handuk tebal 
yang sanggup menyedot banyak 
keringat yang mengucur di sekujur tubuhmu

 

tapi lagi-lagi
banyak sekali keringat yang keluar

minum berapa gelaskah?

 

tlaga, 16122015_17:15

 

24. PHP 2 (Pemberi Harapan Pasti)

 

penggaris yang kau bawa 
ujungnya patah 
hampir seluruh batangnya retak 
namun angka-angkanya masih utuh

dan itu masih sangat bisa dipakai 
bila hanya untuk mengukur

 

memang kalau sudah retak
apapun jadi susah
harus hati-hati sekali
jangan sampai pecah

 

panjang yang terbentang
mudah saja kau hitung
tentu dengan ukuran 
yang bisa kau ulang-ulang

 

lebar yang luas
mudah saja kau ketahui
tentu dengan ukuran
yang bisa kau ulang-ulang

 

akhir-akhir pekan ini
kami tahu banyak tentang kau 
banyak karena berulang
banyak karena sering 
dan banyak karena penasaran

akhir-akhir pekan ini
kami tahu banyak tentang kau 
bukan dari berkenalan 
tapi dari yang kami lihat
dari tv-tv, dari koran-koran
dan dari obrolan-obrolan

 

sore tadi,
tuntas sudah fungsimu
menjelaskan segala ukuran 
kepada semua orang 
yang penasaran
yang memerlukan
dan yang geregetan

 

namun ada satu yang terlewat 
ada satu yang belum terukur
bukan panjang, bukan lebar
bukan luas, bukan pula ketinggian

tapi rasa

rasa ‘setiya’
rasa kesetiaan
kesetiaan terhadap siapa saja
kesetiaan terhadap apapun

 

malam ini,

dan waktu-waktu berikutnya
aku pun membutuhkanmu.

 

sompok, 16122015_21:0

25. 
PHP 3 (Pendapat, Hanyalah Pendapat)

 

lagi-lagi
ada pendapat lagi
tapi ini lebih keren, lebih elegan
ini pendapat terhormat

 

luar biasa
mampu menggoyahkan keyakinan
pendapat-pendapat sebelumnya
yang menjadi kiblat berfikir
merajut hipotesa
hingga permanen menyimpulkan

 

kini tidak lagi menyalahkan si semut imut
kini tidak lagi menyalahkan si krangrang garang
tapi pendapat ini 
mampu menggiring keyakinan 
untuk menyalahkan sang rajawali yang berlebih nyali

 

lagi-lagi, ada pendapat lagi
tapi ini lebih keren, lebih elegan
ini pendapat terhormat

… kelihatannya.

 

sompok, 17122015_20:48

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#2___Lentik Jemarimu bukan untuk scrolling semata

             Tipis cahaya matahari menembus celah gorden kamar Revina, memaksanya membuka mata dengan berat. Ia lihat jam di dinding menunju...