26. PHP 4 (Pulang Hingga Petang)
jadi tahu
keberadaan orang berbeda-beda
menguji simpati dan empati
kita yang mendengar dan melihat
mereka berduka
sedangkan aku santai saja
sambil berita terus bergulir
nasional dan internasional
pekerjaan terus berjalan
ini itu apa itu
tanggungan keluarga banyak
sosial segalanya di masyarakat
bisa saja tidak peduli
cuek bebek mudah sekali
asal jangan diambil hati
bila kita menjadi orang teraneh
dilingkungan.
sambil berita terus bergulir
nasional dan internasional
pekerjaan terus berjalan
pekerjaan melibatkan banyak orang
satu salah efeknya jelas
apalagi banyak,
ini sangat berpengaruh
terhadap putaran roda
kebetulan tak mampu membenarkan
ketidak sengajaan tak mampu disalahkan
hebat!
informasi bisa diputar balik
sambil berita terus bergulir
nasional dan internasional
pekerjaan terus berjalan
berasa pagi ternyata hampir petang
tak peduli berita semut krangrang dan rajawali
yang penting
malam ini bisa menanak nasi
untuk anak istri
sompok, 18122015_21:08
27. KACA BEREMBUN
bergerak,
tapi cepat
secepat kuda melangkah
tapi
seperti apa langkah kuda?
yaitu yang tubuhnya dipecut.
lanjut sampai poni berkerut
melaju menuju timur
lewat aspal sedikit gompal
hampir putus tapi sudah terkumpul
recehan koin dan pondasi benteng
itupun macet sedikit terurai,
meski itupun juga menjadi satu dan lainnya
seperti berjalan di pematang sawah
tidak bisa berjejeran.
sore tadi
spidometer menuntun ke kebahagiaan
apapun bahagia itu
yang jelas itu menyangkut banyak orang
yang mendukung
yang berdoa
meskipun jelas dibalik kaca sana
dengan pandangan yang berembun
juga ada lebih banyak orang
menyungging senyuman pahit
dan air mata buncah mengalir deras
di dalam atau di luar kaca yang berembun
sama saja
hanya beda rasanya
tapi jangan tanya rasanya seperti apa.
karena hidup dewasa
katanya harus melewati itu semua.
kata siapa?
kata mereka yang sudah dewasa.
sore tadi
daun srindia dan kleang kering
lepas dari tangkainya
beterbangan terlibas angin
angin yang ku sisakan dari kami melaju
melaju cepat
seperti kuda dengan poni berkerut
mendengar poni berkerut
jangan ikut-ikutan berkerut
secepat apa bayanganmu membayangkan
poni yang lurus pun bisa berkerut
ini hebat bukan?
ya,
itu saking banternya…
poni yang berkerut
cepat melesat
sampai di timur
kami menyaksikan....
dan jumlah angka-angka itu
begitu mengagumkan …
tlaga, 23152015_16:44
28.
BERITA
dunia dalam berita
dunia maya terus berberita
membiasakan
jadilah terbiasa
sekerot apapun
berita tetaplah berita
bergulir seperti air
yang terlihat bening menari
di goyangan pupus daun pisang
dan jatuhnya ke tanah
hmmm…
apakah kau anggap itu buruk
atau jangan-jangan itu kebaikan
karena berita buruk
adalah berita baik yang menyamar
tlaga, 25122015_23:26
29. SEBELUM ADA KESIMPULAN
terus berkerlip
hijau merah kuning biru
memecah suasana ruang
disore yang kurang riang
yang lebih redup dari mereka
dengan genangan air sisa bocoran hujan kemarin
di setiap sudut-sudut
bukan apa-apa
itu hanya desktop batere hape
yang didonor amunisi
untuk bisa terus berkomunikasi
kembali.
tadi terputus,
ya, tadi sempat terputus
sebelum ada kesimpulan
sebelum ada kejelasan
tentang kenapa
dan jadinya mau bagaimana
dan segala sesuatu
kalau sudah habis
harus berhenti
tidak peduli kondisi apapun itu.
entah saat pahit, sepet, asin
atau bahkan manis sekalipun
seperti yang masih terus berkerlip
mereka punya jatah waktu sendiri-sendiri
kapan saat padam dan kapan saat bersinar
ketika habis amunisi itu
seberapa kita mengiba
tak ada setetespun kesempatan
yang bisa kita pinta.
ah,
lagi-lagi kata-katamu begitu menawan
bahwa kesiapan dan kesempatan
pasti akan bertemu kelak
pada waktu yang kita tidak tahu
sudah ku bilang berulang-ulang
kaupun juga sudah berulang bilang
tapi masih saja tetap nikmat
ketika disanding susu cokelat
tidak ada bosannya
terus berkerlip
hijau merah kuning biru
memecah suasana ruang
disore yang kurang riang
bukan hanya menebar pesona
dengan kata-katamu yang menawan
karena ku yakin kau
apapun pasti ada dasarnya
sebelum ada kesimpulan
sebelum ada kejelasan
untuk sementara
meski belum terisi penuh
amunisi cukup untuk berkomunikasi
tentang kenapa
dan jadinya mau bagaimana
sebelum ada kesimpulan
duduklah..
nikmati dulu susu coklatmu
timbang-timbanglah
jangan sampai berat sebelah
gumelar, 26122015_17:38
30. D’ SURASA
jangan terus berdiam dalam hitam
karena sunyi mudah sekali menyakiti
semua berkelebat begitu lekat
di sela pelupuk mata
bergelantungan tanpa sensor
buatlah …
buatlah seolah ini sesuatu yang dahsyat
sesuatu yang mengagumkan
dan itu kau pasti sangat paham
karena pemahamanku
aku memahamimu lebih dari yang kau pahami
ketika hal itu menjadi langka
tiba-tiba menjelma seperti profesi
unik cerdik dan cantik
sesuaikan …
belum juga terucapkan kau sudah menyesuaikan
tanpa komando
secekat kerling mata
yang menyimpan banyak tanda seru dan tanya
tidak ketinggalan koma.
Tlaga, 27122015_00:04
31. KERINGAT
menitik
berkait antar titik
seperti jaring-jaring internet
pada setiap pori
membentuk anak sungai
yang airnya sampai jauh
lalu kelaut
merepih
menanam benih-benih
semangatpun berkecambah
tumbuh subur
siap menyolor
menyangga langit
dan menebar akar
menghampar,
mencengkeram bumi.
Tlaga, 27122015_08:08
32. NIKMAT
sore yang hangat
lewat jendela kaca sinar itu menembus
menyentuh meja memantul dinding
jatuh diatas sajadah, persis di gambar ka'bah
sore yang hangat
hangat kuku, hati redup, rereb.
sejenak melepas penat
rileks, pasrah
begitu nikmat.
bukan nikmat segelas gelas belimbing teh sepet
bukan nikmat kepulan asap lengkap dengan secangkir kopi hitam
tapi, ini lebih dari itu
ini menembus bola dunia
melesat seperti kilat
menyentuh pucuk awan.
duh, nikmatnya...
Gumelar, 27122015-16:00
33. HARI H
hari H itu tebal
setebal novel seribu halaman
yang di dalamnya memuat permulaan
proses dan akhiran
serta biodata profil
sebagai penanggung jawab
hari H itu rumit, serumit wacana rencana
yang pada akhirnya tidak semua bisa terlaksana
hari H itu
sesuatu yang ditunggu
dinikmati resahnya bila belum datang
dengan penuh harapan
tapi menjadi menyakitkan bila telah usai saatnya
hanya mengenang tidak mampu mengulang
ketika kita tidak mampu memanfaatkan
seratus pesaing berperan seratus persen
demi mendapat manfaat
dari hari H ini dan hari H itu
ada min dan plusnya
tlaga, 30122015, 04:04
34. SUDAH SEDJAK LAMA
sudah sejak lama
berulang dan terus diulang
aktif dan rutin
menebus tiga kali piring nasi
dan aneka lauk pauk
sudah sejak lama
detik waktu begitu patuh
sehat sakit dan sembuh
berulang dan terus diulang
pikiran keruh jiwa rapuh
pikiran jernih jiwa bersih
buatlah tubuh lelah
hanya dengan kegiatan yang bermanfaat
tlaga, 30122015_22:47
35. KELUARGA WAKTU
detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, abad,
sebuah keluarga
rentetan waktu
ikatan baik kakak beradik
barisan waktu,
sama pada baris pertama
tapi kenapa tahun lain
kenapa dibedakan?
abad sih cuek saja,
tapi bulan mulai tertekan
hari mulai iri
jam tersenyum masam
menit meringis sakit
detik? gontai, dengan air mata menitik
...
sebegitukah tahun?
tanpa empati sedikitpun
mereka, saudara sekandung!
dari pertama bumi tercipta
hingga terompet kiamat menghancurkannya
detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, abad,
yang lama
pasti akan terganti oleh
detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, abad,
yang baru
sama,
berganti-ganti.
tidak satupun yang terhenti
barisan waktu,
sama pada baris pertama
tapi kenapa tahun jadi lain
kenapa dibedakan?
dunia belum berakhir
perlakuan beda pada mereka
sama saja hampir mengakhiri
barisan waktu
satu keluarga
saudara sekandung,
mereka sama.
jangan dulu dibeda.
jangan dulu menjadikan dunia hampir berakhir
tlaga, 31122015_15:10
36. SEPERTI PIL STAMINA
seperti pil stamina
larut di segelas air putih
susut dan terus menyusut
berbuih, hancur lebur dan lenyap
lalu warnapun berubah
malam ini,
demikianlah rembulan
sinarnya pucat
wajah tidak sempurna bulat
seperti berfikir berat
jauh disini
apakah kau melihatnya?
gemerlap lampu
seperti bintang gemintang
suara meraung
seperti cakar halilintar
penghuni bumipun bersuka cita
bergembira dengan sesuatu yang berlalu
semakin malam
sinarmu kian pucat
wajahmu semakin susut
tidak sempurna bulat
seperti berfikir berat
jauh disana
apakah kau baik-baik saja?
tlaga, 01012016_00:12
37.
DETIK BARU
baru berdetik
yang lalu, jadilah klasik
yang baru, berkilau warna
sudah terjadi berkali-kali
dari dulu.
sesuatu yang berkali-kali
semestinya akan menjadi biasa saja
jangan dibuat luar biasa
lihatlah detik ini, tak lagi baru
karena berlalu sudah sangat lama
dari detik tadi malam yang mencekam, jam 00:00
bukankah cepatnya tak terasa
serupa rokok membara
padahal sisa kantuk sangatlah panjang
sedang sholat jumat sebentar lagi datang.
bukankah cepatnya tak terasa
kita terbuai dan mengabaikan segala hal
sedang semua di jagat raya tidak ada yang tidak berakhir,
kecuali Sang Maha Kekal.
tlaga, 01012016_09:22
38. NASI TANPA TERASI
sudah sangat jelas
sekarang tahun baru 2016
sepertinya tidak ada lagi yang perlu dibahas
semua cerita di tahun lalu telah tuntas
tapi kenapa kau masih saja melamun
keningmu melipat berkerut padat
pandangan kosong seperti melihat nasi tanpa terasi
“hari-hari yang basi” …
“Apa kau bilang?”
Ah Kau …
Pasti sengaja tidak mau dan tidak ingin mengerti
Padahal sudah berkali-kali kau bilang sendiri
Berita di tv-tv itu banyak bohongnya
Berita di tv-tv itu rekayasa belaka
Memang tidak semuanya
Tapi lihatlah…
Ada Berapa Fakta yang teruji kebenaranya?
Iwan fals dan noah saja bicara banyak tentang para penerka
Sudahlah …
Kalau kau masih saja berkata hari ini basi
Itu hanya karena kita tidak bisa ke pantai hari ini
Kita tidak bisa menikmati semilir angin gunung hari ini.
Tidak bisa menikmati sensasi macet
di sepanjang jalan kala berangkat dan sepulangnya
sudahlah…
bukankah hari kemarin
banyak teman yang berharap
semoga malam ini hujan,
semoga besok juga hujan,
meski doa mereka tidak konsisten
karena baru beberapa menit saja buat ralat
“eh, tapi kalau besok tah jangan hujan”
dan harapan itu ternyata mampu memusingkan rencana banyak orang
Meski doa itu begitu mulia
untuk hari ini
Tlaga, 01012016_19:19
39. RISAU
apa yang kau risaukan pada tatapannya
justru itu yang melekat pada tatapanmu
apa yang kau khawatirkan tentang banyak hal
justru pasti tidak ada satupun yang terjadi
bila tidak terus kau pikirkan
pandai-pandailah membaca mata
abaikan saja lentik bulu dan lekuk alisnya
mereka tak lebih dari penipu
yang menampilkan banyak kepalsuan
dari segala kesungguhan tatapan
andilku sebatas mengingatkan
tidak lebih
karena apa yang kau hadapi nanti
akan bisa sangat berbeda
dengan apa yang telah tersusun rapi
pada rak-rak otakmu saat ini
dan bekal yang paling abadi
ada pada diri sendiri
kesiapanmu saat ini
akan sangat berguna kelak
meski kondisinya akan jauh berbeda
gunakan matamu
sebelum kau gunakan hatimu
untuk membaca mata siapa saja
karena bagiku itu sangat penting
sepenting andilku mengingatkanmu
awal tahun ini
tlaga, 01012016_22:05
40. SEBENTAR LAGI
jam 23:37
hari segera berganti
tidak seperti malam tadi
gegap gempita warna warni kembang api.
sebulan lagi februari
itupun sebentar lagi
tlaga, 01012016-23:41
41.
BORDER ELIPS
kesekian kalinya aku terpukau
luar biasanya kamu
pandai membawa diri
di setiap kondisi apapun
kau begitu akurat mengatur tempat
berdiri dengan kedua kaki
yang sudah berkali kau atur posisi
rambutmu berkilau
bermandikan cahaya yang terpancar dari lampu kristal
yang berdenting ketika angin meniup
yang menghidupkan siluet pada setiap benda di dekatnya
tubuhmu menghadap utara
sedang wajahmu menghadap barat
serupa burung gelatik
kau berjingkut ketika ada sesuatu dikira mengganggu
dinding hitam di antaramu
tebalnya bergelombang ber list-list
membuat tubuhmu terkelilingi
border elips,
tidak bulat tidak juga persegi panjang
di depanmu benda-benda antik
membuat siapa saja pun’ tertarik
berwarna coklat sirlak
di padu putih susu
semua tertata apik
tlaga, 02012015_23:23
42.
ANGKA TERAKHIR PADA LEMBAR AKHIR
deretan angka merah dan biru
dengan angka-angka melotot tajam
berlatar putih
besar jelas dan sangat dikenal!
ini ada pada lembar bulan desember
lembar terakhir bundel 2015
angka angka itu berjumlah 31
25 angka berwarna biru
6 sisanya merah menyala
dua diantaranya
kamis pahing dan jumat pon
di bawah ada tulisan kecil hari-hari besar2 Agama
sabtu yang sejatinya biru
terjepit dua angka merah menyala.
birupun spontan berubah merah
angka-angka itu menghampar
diatas kotak-kotak yang setiap pojoknya tidak lancip
kotak-kotak itu membentuk table
6 kolom dan 7 baris
kolom pertama menjadi head columns
berisi nama hari
berbahasa indonesia dan inggris
sedang kolom ke-2 sampai ke-6
berisi angka
sebelum dimulai angka-angka yang 31 jumlahnya
2 angka kecil mengawali
itu berarti angka milik november
2 angka kecil lagi mengakhiri
itu berarti milik januari untuk tahun berikutnya
angka 2 bentuknya kecil
dipojok kanan bawah paling akhir
nyempiiil…
itu hari ini
sabtu, dua januari 2016
yang angkanya masih di pojok lembar desember
diantara kalender-kalender
yang baunya kertas baru
terpampang lantang keren dan elegan
menjadikan kau begitu kuno,
lusuh dan berdebu.
Jangan samakan pesta kembang api dua hari kemarin
Ini hanya kumenunggu keikhlasan
menggulung lembar berstatus kuno
tlaga, 02012015_23:59
43. PLONG
sore yang sinarnya kuning emas
di bawahnya aku berjalan
meniti sebuah jembatan
di atas deras air mengalir
bebatuannya hitam plontos basah berkilau
mereka bertebaran tak beraturan
tidak sedikitpun terlihat bermasalah
air keruh yang mengalir deras
pecah dan terbelah
ditembus batu-batu plontos yang tak bergerak sedikitpun.
sementara kerikil-kerikil kecil
terlihat hanyut, ikut kemanapun air mengalir.
meninggalkan jauh batu batu diam.
sinar kuning emas menjadi sangat banyak jumlahnya
memantul pada riak air yang terus bergerak abstrak
membuatku tergoda untuk terus memandangnya
sambil masih terus berjalan di atas jembatan
yang panjangnya hanya dua meter tidak lebih
hingga sampai ke ujung jembatan
langkahku berhasil mencapai tanah
yang tumbuh rumput hijau
dan lumut-lumut
pada langkah berikutnya
ku sapu pandang disekeliling
tampak jelas hamparan tanaman
yang menghijau segar sehat dan kuat
daun-daunnya bergoyang
dibelai angin sore dari timur
darah kering masih melekat di beberapa kulit
itu bukan apa-apa dibanding apa saja yang belum tersampaikan
tanjakan dan turunan
pegal, nyeri, dan luka lecet
ah, tapi sudahlah…
aku belum ingin cerita itu
nafas tak lagi tersengal
sedikit bisa diatur.
Plong…
sudah, itu dulu saja.
ku telah lewati satu dari sekian ribu jembatan
cukup lega rasanya
tlaga, 03012016_22:35
44. TIDURLAH
tidurlah...
besok harus sekolah,
harus bangun pagi
awali dengan sholat subuh
tepat waktu tentu.
menjadi pembuka hari
biar semua bisa disiapkan lebih awal
tanpa ada yang tertinggal
tanpa ada yang terlewatkan
tlaga, 03012016-23:07
45.
ZIMFONI SEPI
detak jarum jam terdengar jelas
bersahutan dari ruang ke ruang
harmoni membagi tugas
nada satu ke nada lain
hingga menjelma zimfoni sepi
mengungkung diri
yang terjaga oleh berkecamuk pikiran...
tlaga, 04012016-17:51
46. MASIH TETAP DI DEPAN
hari ini aku kembali
dari pergi jauh yang melelahkan
melewati jalan setapak
yang di sana banyak sampah berserakan
banyak air menggenang, tanah becek
namun banyak juga bunga-bunga
pada tangkai-tangkai yang durinya tajam
tumbuh di samping kiri kanan
di sepanjang jalan
bersamamu, kini aku kembali
melakukan sesuatu yang sudah pernah kita lakukan
seperti sebelum kita pergi
rapi dan berulang setiap hari
dan kemudian aku sadar
langkahmu lebih cepat
terlalu cepat
gerakanmu cekatan
dan kau pandai mengatasi setiap keadaan
seperti sinar bulan
walau remang kau mampu menunjukan
mana jalan baik dan mana jalan rusak
membuat selamat orang yang berjalan
namun sebentar lagi kau akan pergi
menorehkan jejak-jejak semangat
mengunci pendapat-pendapat ragu
menyisakan kepastian
kau satu banding seribu…
tlaga, 04012016_18:58
47. SIANG PANAS DI JAM SEBELAS
matahari terik,
bumi terang benderang
sangat jelas
semua bisa dilihat
dan ini hanya sebagian
(sebagian yang lain
dingin, gelap dan senyap).
matahari terik
aspal seperti gosong
suara-suara luar biasa
mesin-mesin yang menelan suara alam
ranting kering semakin kering
daun layu semakin kisut
dari arah tenggara
sekumpulan burung kecil semakin jelas
dengan tubuh warna warni
mendekati ranting kering
dan hinggap diatasnya
saling menjerit
saling bercicit
gaduhnya berisik
tapi begitu asik
lalu pindah ke dahan yang lain
yang lebih basah
tubuh yang terus mengering
ranting tak kuasa menahan mereka
patah dan jatuh ketanah
cengkeraman melemah, melepas.
tlaga, 02012016_11:00
48. ORANG PERTAMA
Semalam hujan
Permukaan tanah dan benda di atasnya basah
Airnya mengalir menuju tempat yang rendah
Di kiri kanan ada rumah tetangga
Yang didepannya tumbuh pohon mangga
Buahnya bergelayutan
Ada yang mentah ada yang hampir matang
Hujan semalam seperti serangan dari langit
Tidaj sedikit ranting dan daun berjatuhan
Berserakan di atas tanah
Semalam hujan
Pagi ini tubuhku terasa segar
Aku berhasil bangun pagi
Jam tiga dini hari.
Tlaga, 26112012_03:30
49. TOPI
Topi saya bundar
Topi temanku tidak
Topi saya seperti bola dibelah dua
Tapi topi temanku seperti buah jarak dibelah lima
Bentuknya berbeda
Tapi nama dan fungsinya sama
topi melindungi kami dari butiran debu
ketika hujan
topi melindungi kami dari airnya
dan topi menjadi basah
menyerap dan menyimpan air hujan
mendinginkan kepala
membuat pusing
dan pingsan.
Tlaga, 26112012_19:00
50. BONSAI
Bonsai, kutanam sudah lama
Bertahun-tahun
Bentuk dan lekuk batangnya indah
Daun-daun kecil merintik cantik
Akarnya mencengkeram erat pada batu karang
Berdiri di atas pot batu yang kekar
Sebenarnya, Aku pasti bisa dengan usaha sekuat tenaga
Kupegang dan kujunjung tinggi
Kubawa kemana-mana sesuka hati
Namun aku takut
Bisa saja ku lakukan kesalahan
Dan aku tidak cukup kemampuan
Dan tidak terampil membaca situasi
Untuk meletakan kembali dengan aman
Pada posisi awal
Bisa saja jatuh
Jatuhnya membuatnya pecah
Tanahnya akan menghempas keluar
Akarnya akan teruarai
Dan aku tidak mau itu!
Tlaga, 26112012_22:45
Tidak ada komentar:
Posting Komentar