Sabtu, 20 Mei 2023

Krawajisak 26 - 50

26. PHP 4 (Pulang Hingga Petang)

 

jadi tahu
keberadaan orang berbeda-beda
menguji simpati dan empati

kita yang mendengar dan melihat
mereka berduka 
sedangkan aku santai saja

 

sambil berita terus bergulir
nasional dan internasional
pekerjaan terus berjalan

 

ini itu apa itu 
tanggungan keluarga banyak
sosial segalanya di masyarakat 

bisa saja tidak peduli 
cuek bebek mudah sekali
asal jangan diambil hati
bila kita menjadi orang teraneh 
dilingkungan.

 

sambil berita terus bergulir
nasional dan internasional
pekerjaan terus berjalan

pekerjaan melibatkan banyak orang
satu salah efeknya jelas
apalagi banyak,
ini sangat berpengaruh 
terhadap putaran roda

 

kebetulan tak mampu membenarkan
ketidak sengajaan tak mampu disalahkan
hebat!

informasi bisa diputar balik

sambil berita terus bergulir
nasional dan internasional
pekerjaan terus berjalan

 

berasa pagi ternyata hampir petang
tak peduli berita semut krangrang dan rajawali
yang penting
malam ini bisa menanak nasi 
untuk anak istri

 

sompok, 18122015_21:08

 

 

 

27. KACA BEREMBUN

 

bergerak, 
tapi cepat
secepat kuda melangkah

tapi 
seperti apa langkah kuda?
yaitu yang tubuhnya dipecut.
lanjut sampai poni berkerut

 

melaju menuju timur
lewat aspal sedikit gompal
hampir putus tapi sudah terkumpul
recehan koin dan pondasi benteng
itupun macet sedikit terurai,
meski itupun juga menjadi satu dan lainnya 
seperti berjalan di pematang sawah 
tidak bisa berjejeran.

 

sore tadi 
spidometer menuntun ke kebahagiaan
apapun bahagia itu
yang jelas itu menyangkut banyak orang
yang mendukung
yang berdoa

meskipun jelas dibalik kaca sana 
dengan pandangan yang berembun
juga ada lebih banyak orang
menyungging senyuman pahit 
dan air mata buncah mengalir deras

 

di dalam atau di luar kaca yang berembun
sama saja
hanya beda rasanya
tapi jangan tanya rasanya seperti apa.
karena hidup dewasa 
katanya harus melewati itu semua.

kata siapa?
kata mereka yang sudah dewasa.

 

sore tadi
daun srindia dan kleang kering 
lepas dari tangkainya
beterbangan terlibas angin

angin yang ku sisakan dari kami melaju
melaju cepat

seperti kuda dengan poni berkerut

 

mendengar poni berkerut
jangan ikut-ikutan berkerut 
secepat apa bayanganmu membayangkan
poni yang lurus pun bisa berkerut 
ini hebat bukan?

 

ya, 
itu saking banternya…

poni yang berkerut
cepat melesat
sampai di timur
kami menyaksikan....

dan jumlah angka-angka itu 
begitu mengagumkan …

 

tlaga, 23152015_16:44

 

 

28. 
BERITA

 

dunia dalam berita 
dunia maya terus berberita

membiasakan
jadilah terbiasa

 

sekerot apapun 
berita tetaplah berita 
bergulir seperti air 
yang terlihat bening menari 
di goyangan pupus daun pisang
dan jatuhnya ke tanah

 

hmmm…
apakah kau anggap itu buruk
atau jangan-jangan itu kebaikan 
karena berita buruk
adalah berita baik yang menyamar

 

tlaga, 25122015_23:26

 

 

29. SEBELUM ADA KESIMPULAN

 

terus berkerlip 
hijau merah kuning biru
memecah suasana ruang
disore yang kurang riang
yang lebih redup dari mereka 
dengan genangan air sisa bocoran hujan kemarin
di setiap sudut-sudut

 

bukan apa-apa
itu hanya desktop batere hape
yang didonor amunisi 
untuk bisa terus berkomunikasi 
kembali.

 

tadi terputus,
ya, tadi sempat terputus 
sebelum ada kesimpulan
sebelum ada kejelasan
tentang kenapa 
dan jadinya mau bagaimana

 

dan segala sesuatu 
kalau sudah habis 
harus berhenti 
tidak peduli kondisi apapun itu.
entah saat pahit, sepet, asin 
atau bahkan manis sekalipun

 

seperti yang masih terus berkerlip
mereka punya jatah waktu sendiri-sendiri
kapan saat padam dan kapan saat bersinar

ketika habis amunisi itu 
seberapa kita mengiba
tak ada setetespun kesempatan 
yang bisa kita pinta.

 

ah,
lagi-lagi kata-katamu begitu menawan 
bahwa kesiapan dan kesempatan 
pasti akan bertemu kelak
pada waktu yang kita tidak tahu

sudah ku bilang berulang-ulang
kaupun juga sudah berulang bilang

tapi masih saja tetap nikmat 
ketika disanding susu cokelat 
tidak ada bosannya

terus berkerlip 
hijau merah kuning biru
memecah suasana ruang
disore yang kurang riang

 

bukan hanya menebar pesona 
dengan kata-katamu yang menawan
karena ku yakin kau 
apapun pasti ada dasarnya

 

sebelum ada kesimpulan
sebelum ada kejelasan
untuk sementara 
meski belum terisi penuh 
amunisi cukup untuk berkomunikasi
tentang kenapa 
dan jadinya mau bagaimana

 

sebelum ada kesimpulan
duduklah..

nikmati dulu susu coklatmu

timbang-timbanglah
jangan sampai berat sebelah

 

gumelar, 26122015_17:38

 

 

30. D’ SURASA

 

jangan terus berdiam dalam hitam 
karena sunyi mudah sekali menyakiti
semua berkelebat begitu lekat
di sela pelupuk mata
bergelantungan tanpa sensor

 

buatlah …
buatlah seolah ini sesuatu yang dahsyat
sesuatu yang mengagumkan 
dan itu kau pasti sangat paham 
karena pemahamanku

aku memahamimu lebih dari yang kau pahami

ketika hal itu menjadi langka 
tiba-tiba menjelma seperti profesi
unik cerdik dan cantik

 

sesuaikan …
belum juga terucapkan kau sudah menyesuaikan 
tanpa komando
secekat kerling mata 
yang menyimpan banyak tanda seru dan tanya
tidak ketinggalan koma.

 

Tlaga, 27122015_00:04

 

 

31. KERINGAT

 

menitik
berkait antar titik 
seperti jaring-jaring internet 

pada setiap pori
membentuk anak sungai
yang airnya sampai jauh
lalu kelaut

 

merepih
menanam benih-benih
semangatpun berkecambah 
tumbuh subur 
siap menyolor 

menyangga langit
dan menebar akar 
menghampar, 
mencengkeram bumi.

 

Tlaga, 27122015_08:08

 

 

32. NIKMAT

 

sore yang hangat
lewat jendela kaca sinar itu menembus
menyentuh meja memantul dinding
jatuh diatas sajadah, persis di gambar ka'bah

 

sore yang hangat
hangat kuku, hati redup, rereb.

 

sejenak melepas penat
rileks, pasrah
begitu nikmat.

 

bukan nikmat segelas gelas belimbing teh sepet
bukan nikmat kepulan asap lengkap dengan secangkir kopi hitam

 

tapi, ini lebih dari itu
ini menembus bola dunia
melesat seperti kilat
menyentuh pucuk awan.

 

duh, nikmatnya...

 

Gumelar, 27122015-16:00

 

 

33. HARI H

 

hari H itu tebal
setebal novel seribu halaman
yang di dalamnya memuat permulaan
proses dan akhiran
serta biodata profil 
sebagai penanggung jawab

 

hari H itu rumit, serumit wacana rencana
yang pada akhirnya tidak semua bisa terlaksana

 

hari H itu
sesuatu yang ditunggu
dinikmati resahnya bila belum datang
dengan penuh harapan

tapi menjadi menyakitkan bila telah usai saatnya

hanya mengenang tidak mampu mengulang

ketika kita tidak mampu memanfaatkan
seratus pesaing berperan seratus persen
demi mendapat manfaat

dari hari H ini dan hari H itu
ada min dan plusnya

 

tlaga, 30122015, 04:04

 

 

34. SUDAH SEDJAK LAMA

 

sudah sejak lama
berulang dan terus diulang
aktif dan rutin
menebus tiga kali piring nasi 
dan aneka lauk pauk

 

sudah sejak lama
detik waktu begitu patuh
sehat sakit dan sembuh
berulang dan terus diulang

pikiran keruh jiwa rapuh
pikiran jernih jiwa bersih

buatlah tubuh lelah
hanya dengan kegiatan yang bermanfaat

 

tlaga, 30122015_22:47

 

 

35. KELUARGA WAKTU

 

detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, abad,

sebuah keluarga 
rentetan waktu
ikatan baik kakak beradik

 

barisan waktu,
sama pada baris pertama
tapi kenapa tahun lain
kenapa dibedakan?

 

abad sih cuek saja,
tapi bulan mulai tertekan
hari mulai iri
jam tersenyum masam
menit meringis sakit
detik? gontai, dengan air mata menitik

 

...
sebegitukah tahun?
tanpa empati sedikitpun
mereka, saudara sekandung!

dari pertama bumi tercipta
hingga terompet kiamat menghancurkannya

detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, abad,

yang lama 

pasti akan terganti oleh
detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, abad,

yang baru 

sama,
berganti-ganti.
tidak satupun yang terhenti

 

barisan waktu,
sama pada baris pertama
tapi kenapa tahun jadi lain
kenapa dibedakan?

 

dunia belum berakhir
perlakuan beda pada mereka
sama saja hampir mengakhiri

 

barisan waktu
satu keluarga
saudara sekandung,
mereka sama.
jangan dulu dibeda.
jangan dulu menjadikan dunia hampir berakhir

 

tlaga, 31122015_15:10

 

 

36. SEPERTI PIL STAMINA

 

seperti pil stamina
larut di segelas air putih
susut dan terus menyusut
berbuih, hancur lebur dan lenyap
lalu warnapun berubah

 

malam ini, 
demikianlah rembulan
sinarnya pucat
wajah tidak sempurna bulat
seperti berfikir berat

 

jauh disini
apakah kau melihatnya?

gemerlap lampu
seperti bintang gemintang
suara meraung
seperti cakar halilintar

penghuni bumipun bersuka cita
bergembira dengan sesuatu yang berlalu

 

semakin malam
sinarmu kian pucat
wajahmu semakin susut
tidak sempurna bulat
seperti berfikir berat

 

jauh disana 
apakah kau baik-baik saja?

 

tlaga, 01012016_00:12

 

37. 
DETIK BARU

 

baru berdetik
yang lalu, jadilah klasik
yang baru, berkilau warna
sudah terjadi berkali-kali
dari dulu.

 

sesuatu yang berkali-kali
semestinya akan menjadi biasa saja
jangan dibuat luar biasa

 

lihatlah detik ini, tak lagi baru 
karena berlalu sudah sangat lama 
dari detik tadi malam yang mencekam, jam 00:00

 

bukankah cepatnya tak terasa
serupa rokok membara
padahal sisa kantuk sangatlah panjang
sedang sholat jumat sebentar lagi datang.

 

bukankah cepatnya tak terasa
kita terbuai dan mengabaikan segala hal
sedang semua di jagat raya tidak ada yang tidak berakhir,
kecuali Sang Maha Kekal.

 

tlaga, 01012016_09:22

 

 

38. NASI TANPA TERASI

 

sudah sangat jelas
sekarang tahun baru 2016
sepertinya tidak ada lagi yang perlu dibahas 
semua cerita di tahun lalu telah tuntas

 

tapi kenapa kau masih saja melamun
keningmu melipat berkerut padat
pandangan kosong seperti melihat nasi tanpa terasi
“hari-hari yang basi” … 
“Apa kau bilang?”

 

Ah Kau …
Pasti sengaja tidak mau dan tidak ingin mengerti
Padahal sudah berkali-kali kau bilang sendiri
Berita di tv-tv itu banyak bohongnya
Berita di tv-tv itu rekayasa belaka
Memang tidak semuanya

Tapi lihatlah…
Ada Berapa Fakta yang teruji kebenaranya?

Iwan fals dan noah saja bicara banyak tentang para penerka

Sudahlah …
Kalau kau masih saja berkata hari ini basi
Itu hanya karena kita tidak bisa ke pantai hari ini
Kita tidak bisa menikmati semilir angin gunung hari ini.
Tidak bisa menikmati sensasi macet 
di sepanjang jalan kala berangkat dan sepulangnya

 

sudahlah… 
bukankah hari kemarin 
banyak teman yang berharap 
semoga malam ini hujan,
semoga besok juga hujan,

meski doa mereka tidak konsisten
karena baru beberapa menit saja buat ralat
“eh, tapi kalau besok tah jangan hujan”

dan harapan itu ternyata mampu memusingkan rencana banyak orang
Meski doa itu begitu mulia

untuk hari ini

 

Tlaga, 01012016_19:19

 

 

39. RISAU

 

apa yang kau risaukan pada tatapannya
justru itu yang melekat pada tatapanmu
apa yang kau khawatirkan tentang banyak hal
justru pasti tidak ada satupun yang terjadi 
bila tidak terus kau pikirkan

 

pandai-pandailah membaca mata
abaikan saja lentik bulu dan lekuk alisnya 
mereka tak lebih dari penipu 
yang menampilkan banyak kepalsuan 
dari segala kesungguhan tatapan

 

andilku sebatas mengingatkan
tidak lebih
karena apa yang kau hadapi nanti
akan bisa sangat berbeda 
dengan apa yang telah tersusun rapi 
pada rak-rak otakmu saat ini

 

dan bekal yang paling abadi 
ada pada diri sendiri
kesiapanmu saat ini
akan sangat berguna kelak 
meski kondisinya akan jauh berbeda

gunakan matamu 
sebelum kau gunakan hatimu
untuk membaca mata siapa saja 
karena bagiku itu sangat penting
sepenting andilku mengingatkanmu 
awal tahun ini

 

tlaga, 01012016_22:05

 

 

40. SEBENTAR LAGI

 

jam 23:37
hari segera berganti
tidak seperti malam tadi
gegap gempita warna warni kembang api.

sebulan lagi februari
itupun sebentar lagi

 

tlaga, 01012016-23:41

 

 

41. 
BORDER ELIPS

 

kesekian kalinya aku terpukau
luar biasanya kamu
pandai membawa diri 
di setiap kondisi apapun

 

kau begitu akurat mengatur tempat
berdiri dengan kedua kaki 
yang sudah berkali kau atur posisi

 

rambutmu berkilau 
bermandikan cahaya yang terpancar dari lampu kristal
yang berdenting ketika angin meniup
yang menghidupkan siluet pada setiap benda di dekatnya

tubuhmu menghadap utara
sedang wajahmu menghadap barat
serupa burung gelatik 
kau berjingkut ketika ada sesuatu dikira mengganggu

 

dinding hitam di antaramu
tebalnya bergelombang ber list-list
membuat tubuhmu terkelilingi 
border elips, 
tidak bulat tidak juga persegi panjang

 

di depanmu benda-benda antik
membuat siapa saja pun’ tertarik
berwarna coklat sirlak 
di padu putih susu 
semua tertata apik

 

tlaga, 02012015_23:23

 

42. 
ANGKA TERAKHIR PADA LEMBAR AKHIR  

 

deretan angka merah dan biru
dengan angka-angka melotot tajam
berlatar putih
besar jelas dan sangat dikenal!

ini ada pada lembar bulan desember
lembar terakhir bundel 2015

angka angka itu berjumlah 31 
25 angka berwarna biru 
6 sisanya merah menyala 

dua diantaranya 
kamis pahing dan jumat pon
di bawah ada tulisan kecil hari-hari besar2 Agama
sabtu yang sejatinya biru 
terjepit dua angka merah menyala.
birupun spontan berubah merah

 

angka-angka itu menghampar 
diatas kotak-kotak yang setiap pojoknya tidak lancip
kotak-kotak itu membentuk table
6 kolom dan 7 baris
kolom pertama menjadi head columns
berisi nama hari 
berbahasa indonesia dan inggris
sedang kolom ke-2 sampai ke-6
berisi angka 

sebelum dimulai angka-angka yang 31 jumlahnya
2 angka kecil mengawali 
itu berarti angka milik november 
2 angka kecil lagi mengakhiri
itu berarti milik januari untuk tahun berikutnya

 

angka 2 bentuknya kecil 
dipojok kanan bawah paling akhir
nyempiiil…

itu hari ini
sabtu, dua januari 2016
yang angkanya masih di pojok lembar desember

diantara kalender-kalender
yang baunya kertas baru
terpampang lantang keren dan elegan
menjadikan kau begitu kuno,
lusuh dan berdebu.

 

Jangan samakan pesta kembang api dua hari kemarin
Ini hanya kumenunggu keikhlasan 
menggulung lembar berstatus kuno

 

tlaga, 02012015_23:59

 

43. PLONG

 

sore yang sinarnya kuning emas
di bawahnya aku berjalan 
meniti sebuah jembatan 
di atas deras air mengalir

bebatuannya hitam plontos basah berkilau 
mereka bertebaran tak beraturan 
tidak sedikitpun terlihat bermasalah

air keruh yang mengalir deras 
pecah dan terbelah 
ditembus batu-batu plontos yang tak bergerak sedikitpun.
sementara kerikil-kerikil kecil 
terlihat hanyut, ikut kemanapun air mengalir.
meninggalkan jauh batu batu diam.

sinar kuning emas menjadi sangat banyak jumlahnya
memantul pada riak air yang terus bergerak abstrak
membuatku tergoda untuk terus memandangnya
sambil masih terus berjalan di atas jembatan 
yang panjangnya hanya dua meter tidak lebih

hingga sampai ke ujung jembatan
langkahku berhasil mencapai tanah 
yang tumbuh rumput hijau 
dan lumut-lumut

pada langkah berikutnya 
ku sapu pandang disekeliling
tampak jelas hamparan tanaman
yang menghijau segar sehat dan kuat
daun-daunnya bergoyang
dibelai angin sore dari timur

darah kering masih melekat di beberapa kulit
itu bukan apa-apa dibanding apa saja yang belum tersampaikan
tanjakan dan turunan 
pegal, nyeri, dan luka lecet 
ah, tapi sudahlah… 
aku belum ingin cerita itu

nafas tak lagi tersengal
sedikit bisa diatur.

Plong…
sudah, itu dulu saja.
ku telah lewati satu dari sekian ribu jembatan 
cukup lega rasanya

 

tlaga, 03012016_22:35

 

44. TIDURLAH

 

tidurlah...
besok harus sekolah,
harus bangun pagi
awali dengan sholat subuh
tepat waktu tentu.
menjadi pembuka hari
biar semua bisa disiapkan lebih awal

tanpa ada yang tertinggal
tanpa ada yang terlewatkan

 

tlaga, 03012016-23:07

 

 

 

45. 
ZIMFONI SEPI

 

detak jarum jam terdengar jelas
bersahutan dari ruang ke ruang 
harmoni membagi tugas
nada satu ke nada lain
hingga menjelma zimfoni sepi 
mengungkung diri
yang terjaga oleh berkecamuk pikiran...

 

tlaga, 04012016-17:51

 

46. MASIH TETAP DI DEPAN

 

hari ini aku kembali
dari pergi jauh yang melelahkan
melewati jalan setapak 
yang di sana banyak sampah berserakan
banyak air menggenang, tanah becek

namun banyak juga bunga-bunga 
pada tangkai-tangkai yang durinya tajam
tumbuh di samping kiri kanan 
di sepanjang jalan

 

bersamamu, kini aku kembali
melakukan sesuatu yang sudah pernah kita lakukan
seperti sebelum kita pergi 
rapi dan berulang setiap hari

 

dan kemudian aku sadar
langkahmu lebih cepat
terlalu cepat
gerakanmu cekatan
dan kau pandai mengatasi setiap keadaan

 

seperti sinar bulan
walau remang kau mampu menunjukan
mana jalan baik dan mana jalan rusak
membuat selamat orang yang berjalan

namun sebentar lagi kau akan pergi
menorehkan jejak-jejak semangat
mengunci pendapat-pendapat ragu
menyisakan kepastian

kau satu banding seribu…

 

tlaga, 04012016_18:58

 

47. SIANG PANAS DI JAM SEBELAS

 

matahari terik, 
bumi terang benderang
sangat jelas 
semua bisa dilihat
dan ini hanya sebagian

(sebagian yang lain
dingin, gelap dan senyap).

 

matahari terik
aspal seperti gosong
suara-suara luar biasa 
mesin-mesin yang menelan suara alam
ranting kering semakin kering
daun layu semakin kisut

 

dari arah tenggara 
sekumpulan burung kecil semakin jelas
dengan tubuh warna warni 
mendekati ranting kering
dan hinggap diatasnya

saling menjerit
saling bercicit 

gaduhnya berisik 
tapi begitu asik 


lalu pindah ke dahan yang lain

yang lebih basah

 

 

tubuh yang terus mengering
ranting tak kuasa menahan mereka
patah dan jatuh ketanah
cengkeraman melemah, melepas.

 

tlaga, 02012016_11:00

48. ORANG PERTAMA

 

Semalam hujan

Permukaan tanah dan benda di atasnya basah

Airnya mengalir menuju tempat yang rendah

 

Di kiri kanan ada rumah tetangga

Yang didepannya tumbuh pohon mangga

Buahnya bergelayutan

Ada yang mentah ada yang hampir matang

 

Hujan semalam seperti serangan dari langit

Tidaj sedikit ranting dan daun berjatuhan

Berserakan di atas tanah

 

Semalam hujan

Pagi ini tubuhku terasa segar

Aku berhasil bangun pagi

Jam tiga dini hari.

 

Tlaga, 26112012_03:30

 

49. TOPI

 

Topi saya bundar

Topi temanku tidak

Topi saya seperti bola dibelah dua

Tapi topi temanku seperti buah jarak dibelah lima

 

Bentuknya berbeda

Tapi nama dan fungsinya sama

topi melindungi kami dari butiran debu

ketika hujan

topi melindungi kami dari airnya

dan topi menjadi basah

menyerap dan menyimpan air hujan

mendinginkan kepala

membuat pusing

dan pingsan.

 

Tlaga, 26112012_19:00

 

50. BONSAI

 

Bonsai, kutanam sudah lama

Bertahun-tahun

Bentuk dan lekuk batangnya indah

Daun-daun kecil merintik cantik

Akarnya mencengkeram erat pada batu karang

Berdiri di atas pot batu yang kekar

 

Sebenarnya, Aku pasti bisa dengan usaha sekuat tenaga

Kupegang dan kujunjung tinggi

Kubawa kemana-mana sesuka hati

 

Namun aku takut

Bisa saja ku lakukan kesalahan

Dan aku tidak cukup kemampuan

Dan tidak terampil membaca situasi

Untuk meletakan kembali dengan aman

Pada posisi awal

 

Bisa saja jatuh

Jatuhnya membuatnya pecah

Tanahnya akan menghempas keluar

Akarnya akan teruarai

Dan aku tidak mau itu!

 

Tlaga, 26112012_22:45

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#2___Lentik Jemarimu bukan untuk scrolling semata

             Tipis cahaya matahari menembus celah gorden kamar Revina, memaksanya membuka mata dengan berat. Ia lihat jam di dinding menunju...