Ruangan
kecil ukuran tiga kali empat meter memang sempit, dan akan bertambah sempit lagi
ketika beberapa peralatan masuk didalamnya, belum lago banyak orang yang masuk
disana, sempurna sudah kesempitan itu. Dua kipas angin yang tertanggal pada dua
sisi dinding mati, menambah panas ruangan itu. Terik matahari diluar begitu
panas. Debu beterbangan di atas teras puskesmas, lalat berseliweran tanpa
peduli kondisi panas terus berkerumun mencari tempat-tempat dimana sisa-sisa
makanan basah terbuang begitu saja.
Ketika
jarum suntik itu sudah berganti-ganti tempat, tidak jua dia mendapatkan otot
yang bisa mengeluarkan darah, perawat itu terlihat gugup, ia tidak seperti
biasanya, padahal yang biasanya dia menangani pasien begitu cekatan, lancar,
dan hampir sempurna, tapi ini terlihat
panik, keringat bercucuran di wajah dan lehernya. Dia sendiri heran kenapa bisa
demikian. Lancar, sempurna dan sesuai dengan apa yang direncana itu adalah
harapan, seperti halnya harapan-harapan orang pada umumnya yang berharap tujuan
sesuai dengan yang direncanakan, namun harapan tidak semuanya bisa nyata,
ketika harapan tersebut diluar kondisi yang diperkirakan, bisa saja dan ada
saja satu dua sandungan-sandungan pekerjaan sehingga timbulah kondisi yang tersebut
tadi.
Kejadian
yang terceritakan tadi adalah satu dari sekian cerita-cerita serupa yang sulit
kita cari solusinya, dan kadang kita malas untuk memikirkan apalagi meneliti
kenapa yang demikian itu sering terjadi, dan itu terjadi bisa berulang-ulang.
Kenapa suasana bisa sepanas itu, kenapa kipas angin yang biasanya nyala
mendadak mati dua-duanya, kenapa orang-orang memaksa diri masuk dalam ruangan
padahal jelas-jelas mereka semua tahu bahwa ruangannya sempit dan itu akan
menambah panas suhu ruangan tersebut.
Dan
kenapa-kenapa lainnya lagi yang kenapa harus bersamaan dalam waktu yang sama,
seolah seperti tidak akan ada waktu yang lainnya lagi. Sesuatu hal yang kita
anggap sulit dan kita mengetahui akan kapan waktu terjadinya hal tersebut, maka
itu bisa saja menjadi mudah_atau minimal tidak separah yang ditakutkan_bila
kita mempersiapkannya (fisik maupun psikis) lebih awal. Namun sebaliknya,
ketika kondisi yang sudah kita perkirakan akan sulit dan kita tidak
mempersiapkan apapun untuk mengantisipasi kesulitan tersebut, akan bagaimana
jadinya.
Seperti kejadian
di atas tadi, seorang perawat sudah paham sekali tentang bagaimana ia akan
menusukan jarum pada otot untuk menyalurkan obat lewat infuse, paham karena itu
memang bagian pekerjaannya setiap hari, dan ternyata kondisi tidaklah akan selalu
sama setiap harinya, terbukti, ketika
suasana hati atau suasana di luar hati tidak kompromi, yang terjadi adalah
kepanikan yang sulit tertaklukan, dan akibat fatalnya adalah ketika hal
tersebut bersinggungan dengan keselamatan seseorang. Tentu ini harus cepat
terantisipasi.
Dalam
hal lain, sebut saja kita mau piknik ke bulan, ketika kita sadar betul bahwa
besok adalah jadwal naik pesawat menuju bulan, hal yang paling logis untuk
dilakukan sekarang adalah mempersiapkan dan cek segala sesuatunya yang
diperlukan. Apakah bekal makanan sudah tercukupi? Apa air minum mineral beserta
kopi susu atau coklat sudah ditata? Jangan sampai bekal-bekal yang paling
prioritas terlewatkan atau lupa tidak terbawa. Bila itu terjadi, pastilah fatal
akibatnya, kopi, susu coklat pisang goreng, rempeyek kacang dan udang sudah
rapi disiapkan, bekal nafas yang paling prioritas digunakan di ruang hampa
udara tidak ada. Matilah ia.
Jadi
segala sesuatu apapun itu apabila dipersiapkan terlebih dahulu pastilah akan
membawa kesempurnaan tujuan dan kelancaran sebuah kegiatan. Tak terkecuali
kesempurnaan sebuah kehidupan abadi di akhirat kelak. Oke teman-teman
seindonesia dan sedunia? Sudah kah kalian sholat? Sebelum terlambat, Mari
sholat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar