Sabtu, 28 Desember 2019

BERANGKAT LAMBAT, PULANG TERASA CEPAT. KENAPA?



Ketika kita melakukan sebuah perjalanan menuju ke suatu tempat (jauh ataupun dekat), terkadang kita terjebak pada sebuah perasaan bahwa perjalanan tersebut terasa begitu lama saat berangkat.
dan setelah sampai tujuan dan segala urusan terselesaikan, tibalah waktunya untuk mengulangi perjalanan yang sama yaitu pulang,  namun tiba-tiba kita merasa bahwa perjalanan pulang tersebut seolah lebih cepat dibanding perjalanan yang ditempuh sebelumnya ketika saat berangkat.
Tak jarang pula secara reflek orang akan berkata “kalo pulang sepertinya lebih cepat ya?” dan pernyataan tersebut langsung di “iya” kan oleh yang lain yang juga melakukan perjalanan yang sama.
Kenapa demikian?

Dari obrolan singkat dalam sebuah perjalanan pulang, berikut beberapa versi jawaban atas pertanyaan tersebut.

1. Ketika berangkat, dadaunan dari segala tumbuhan yang kita jumpai akan menyapa kita, dan itu sedikit menghambat perjalanan, begitu kembali (pada jalan dengan rute yang sama), kita tidak perlu lagi bertegur sapa dengan mereka, karena itu sudah dilakukan pada saat berangkat. (Yatirucie Damirah)
Respon: hehehe ...


2. Ketika berangkat, orang-orang dirumah merasa berat untuk ditinggalkan, mereka “ngganduli” perasaan kita, sehingga itu menghambat perjalanan yang ditempuh menjadi lambat, dan ketika perjalanan pulang, orang-orang dirumah merasa gembira dan bahagia atas kedatangan kita nantinya, sehingga perjalanan pulang terasa menjadi cepat. (Seno Singawikarta)
Respon: dahi berkerut, hati baper …

Demikianlah 2  versi yang lumayan sulit untuk ditelusuri kebenarannya,
sejatinya jarak tempuh pastilah sama, namun demikian, terkadang  mood seseorang tidaklah sama,

bisa saja perjalanan berangkat akan terasa cepat ketika kita memiliki mood baik,
saking asiknya ngobrol (dengan orang yang sehati) sehingga tanpa terasa sudah sampai tujuan, dan sebaliknya, ketika mood jelek, belum sarapan, mata berkunang-kunang, pusing, mual, mabuk perjalanan, … pastinya kondisi demikian, semenit  menjadi terasa satu jam, dan kondisi ini berlaku sama baik berangkat ataupun pulang…

demikian materi sepele yang bisa saya ulas,
bila kurang pas atas apa yang di bahas,
silahkan beri jawaban, atau sanggahan pada kolom komentar dibawah ini, ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#2___Lentik Jemarimu bukan untuk scrolling semata

             Tipis cahaya matahari menembus celah gorden kamar Revina, memaksanya membuka mata dengan berat. Ia lihat jam di dinding menunju...