Berbahagia dan bersyukurlah kita yang telah Allah SWT berikan
berjuta-juta nikmat yang tidak mampu kita hitung satu persatu, di antara nikmat
terbesar adalah nikmat iman dan islam yang ada pada diri kita.
Selain itu masih banyak lagi nikmat dunia yang Allah anugerahkan kepada
kita.Diantara nikmat tersebut adalah nikmat
kekayaan,kecerdasan,kecantikan/ketampanan,jabatan,anak-anak yang membanggakan
dll.
Dan di balik itu semua masih ada salah satu nikmat yang Allah berikan
kepada kita ,namun kebanyakan dari kita dan saya sendiri pun kurang menyadari
bahwa hal itu adalah sebuah nikmat besar yang harus kita syukuri.
Tanpa nikmat tersebut,sejatinya kita bukan lah apa-apa,bukan lah
siapa-siapa.Kekayaan,kecantikan/ketampanan,kecerdasan,jabatan,anak-anak yang
membanggakan tidak akan ada artinya sedikit pun jika Allah tidak memberikan
kita nikmat tersebut.
Kita sering kali berfikir bahwa,ketika orang lain menghargai
kita,memuji kita,menghormati kita,meng elu2 kan kita,mengidolakan kita dll,kita
anggap apa yang orang lain lakukan tersebut adalah karena kehebatan diri
kita.Sehingga kebanyakan dari kita akan merasa sombong,bangga diri,ujub dan
lalai kepada sang pemberi nikmat.
Kita sering lalai dan menjadi sombong serta lupa diri, padahal mereka
yang Allah takdirkan memiliki jabatan
tinggi,memiliki kekayaan melimpah,memiliki kecantikan/ketampanan dll,sehingga
mendapat pujian,sanjungan,di hormati,di idolakan dll semua itu tak lepas dari
sebuah nikmat yang Allah berikan kepada kita,yaitu nikmat di tutupi nya "
Aib-aib "kita atau keburukan-keburukan kita oleh Allah SWT.
Tanpa di tutupi nya aib-aib kita oleh Allah ,maka kita bukanlah
siapa-siapa,bahkan mungkin setiap orang tidak akan memandang kita,malas dekat
dengan kita,enggan mendengarkan kata-kata kita, jika Allah menghendaki aib-aib
kita di tampakan kepada setiap manusia.
Bersyukurlah karena Allah masih menjaga kita dengan menutupi semua
aib-aib kita,itulah tanda kasih sayang Allah yang selalu memberikan kesempatan
kepada kita untuk bertaubat.
Namun bagi kita yang mungkin Allah takdirkan untuk terbuka aib-aibnya,
baik oleh orang tua,anak,suami,saudara ataupun oleh sahabat sendiri,kita tidak
perlu merasa galau berkepanjangan.
Karena sesungguhnya,terbukanya aib-aib kita bukan karena Allah membenci
kita,tapi karena Allah menyayangi kita.Dengan terbuka nya aib kita,Allah
berharap kita bisa cepat bertaubat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Jadi tertutup atau pun terbukanya aib kita di mata manusia, keduanya
terdapat hikmah yang baik untuk kita semua,yaitu karena Allah menginginkan kita
menjadi manusia yang baik,beriman,bertaqwa dan senantiasa dekat dengan Allah
SWT.
Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallalahu Alaihi Wassalam beliau
bersabda,"Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia,melainkan
Allah akan menutupi aib nya di hari kiamat kelak"(Shahih Muslim).
Intinya jika kita menutupi aib orang lain,maka Allah akan tutup aib
kita dan sebaliknya Jika kita buka aib orang lain maka Allah akan buka aib kita
.
-Uji Priyatiningsih - 17032020 -
-Uji Priyatiningsih - 17032020 -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar