Selasa, 17 Maret 2020

NIKMAT YANG TERLUPAKAN




Berbahagia dan bersyukurlah kita yang telah Allah SWT berikan berjuta-juta nikmat yang tidak mampu kita hitung satu persatu, di antara nikmat terbesar adalah nikmat iman dan islam yang ada pada diri kita.

Selain itu masih banyak lagi nikmat dunia yang Allah anugerahkan kepada kita.Diantara nikmat tersebut adalah nikmat kekayaan,kecerdasan,kecantikan/ketampanan,jabatan,anak-anak yang membanggakan dll.

Dan di balik itu semua masih ada salah satu nikmat yang Allah berikan kepada kita ,namun kebanyakan dari kita dan saya sendiri pun kurang menyadari bahwa hal itu adalah sebuah nikmat besar yang harus kita syukuri.

Tanpa nikmat tersebut,sejatinya kita bukan lah apa-apa,bukan lah siapa-siapa.Kekayaan,kecantikan/ketampanan,kecerdasan,jabatan,anak-anak yang membanggakan tidak akan ada artinya sedikit pun jika Allah tidak memberikan kita nikmat tersebut.

Kita sering kali berfikir bahwa,ketika orang lain menghargai kita,memuji kita,menghormati kita,meng elu2 kan kita,mengidolakan kita dll,kita anggap apa yang orang lain lakukan tersebut adalah karena kehebatan diri kita.Sehingga kebanyakan dari kita akan merasa sombong,bangga diri,ujub dan lalai kepada sang pemberi nikmat.

Kita sering lalai dan menjadi sombong serta lupa diri, padahal mereka yang Allah takdirkan  memiliki jabatan tinggi,memiliki kekayaan melimpah,memiliki kecantikan/ketampanan dll,sehingga mendapat pujian,sanjungan,di hormati,di idolakan dll semua itu tak lepas dari sebuah nikmat yang Allah berikan kepada kita,yaitu nikmat di tutupi nya " Aib-aib "kita atau keburukan-keburukan kita oleh Allah SWT.

Tanpa di tutupi nya aib-aib kita oleh Allah ,maka kita bukanlah siapa-siapa,bahkan mungkin setiap orang tidak akan memandang kita,malas dekat dengan kita,enggan mendengarkan kata-kata kita, jika Allah menghendaki aib-aib kita di tampakan kepada setiap manusia.

Bersyukurlah karena Allah masih menjaga kita dengan menutupi semua aib-aib kita,itulah tanda kasih sayang Allah yang selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk bertaubat.

Namun bagi kita yang mungkin Allah takdirkan untuk terbuka aib-aibnya, baik oleh orang tua,anak,suami,saudara ataupun oleh sahabat sendiri,kita tidak perlu merasa galau berkepanjangan.

Karena sesungguhnya,terbukanya aib-aib kita bukan karena Allah membenci kita,tapi karena Allah menyayangi kita.Dengan terbuka nya aib kita,Allah berharap kita bisa cepat bertaubat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Jadi tertutup atau pun terbukanya aib kita di mata manusia, keduanya terdapat hikmah yang baik untuk kita semua,yaitu karena Allah menginginkan kita menjadi manusia yang baik,beriman,bertaqwa dan senantiasa dekat dengan Allah SWT.

Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallalahu Alaihi Wassalam beliau bersabda,"Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia,melainkan Allah akan menutupi aib nya di hari kiamat kelak"(Shahih Muslim).

Intinya jika kita menutupi aib orang lain,maka Allah akan tutup aib kita dan sebaliknya Jika kita buka aib orang lain maka Allah akan buka aib kita .

-Uji Priyatiningsih - 17032020 - 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#2___Lentik Jemarimu bukan untuk scrolling semata

             Tipis cahaya matahari menembus celah gorden kamar Revina, memaksanya membuka mata dengan berat. Ia lihat jam di dinding menunju...