Kamis, 02 Maret 2017

Sonar-sonar Kelelawar

Jam 03:30 kurang lebih, bangun tidur karena kebelet pipis, untung saja terbangun, kalau tidak, pasti tidak bangun. Lalu berlari kebelakang, menuju WC dan pipis. Rumahku membelakangi hamparan sawah yang luas jadi sangat jelas sekali hewan malam saling bersahutan seperti suara backsound film horror yang paling  rorrr, (ya jelas lah, kan sutradara film horror sudah berkali riset backsound film horror di antara keremangan malam yang gulita).

Setelah selesai diam di WC, aku kembali, namun alangkah kagetnya!, tiba tiba seperti ada sebuah bayangan hitam berkelebat kencang mendahului saya dan berkali-kali dan bertubi-tubi, klepek-klepek kira-kira suaranya. Aku takut, dan aku sedih,  antara takut dan sedih berpadu menjadi satu sehinggu timbul rasa baru : kesedihan yang menakutkan.

Namun aku berusaha tegar, setelah diam sesaat dan berhasil menenangkan diri, kemudian aku tersadar bahwa bayangan tersebut ternyata seekor kelelawar yang tanpa sengaja masuk ke dalam rumah karena ada pintu dapur yang terbuka ketika saya berada di WC.

Itulah kawan, kisahku pagi ini yang sama sekali tidak horror, tidak sedih dan tidak lucu. Namun yang jadi perhatianku disini adalah ketika beberapa saat kelelawar masih muter-muter di dalam dapur kenapa tidak menabrak tembok, tidak menabrak saya yang berdiri di situ, dan juga tidak terjatuh, padahal ruangannya sempit, gelap pula. Kenapa gelap? Karena lampu yang di dalam ruangan sengaja saya matikan, dan yang nyala lampu yang diluar, pintu saya buka agar kelelawar bisa keluar menuju sinar yang diluar. Ada sekitar 3 menitan si batman hitam itu muter-muter dan kemudian berhasil keluar sesuai saya punya harapan.

Kok bisa begitu ya? setelah saya cari tahu, ternyata sebenarnya kemampuan melihat kelelawar itu buruk, agar mampu bergerak dan terbang dengan cepat dalam kegelapan mereka menggunakan Echoloration. Apa itu Echoloration? Echoloration adalah transmisi gelombang suara untuk mencari benda, makanan dan untuk mendeteksi rintangan.
Suara yang berfrekuensi tinggi ini berasal dari mulut kelelawar di luar jangkauan pendengaran manusia. Beberapa spesies kelelawar juga menghasilkan suara ini dari hidung apabila tengah makan saat terbang.

Cara kerjanya seperti sonar pada kapal selam, Kelelawar mengeluarkan gelombang suara dan bila gelombang itu menabrak sesuatu maka gelombang itu akan kembali ke kelelawar, gelombang yang terpental  kembali inilah yang memberikan informasi tentang ukuran, bentuk, arah dan jarak obyek terhadap kelelawar.


Dan kini, terjawab sudah kebingunganku kenapa kelelawar bisa terbang dalam gelap tanpa harus menabrak saya dan benda-benda lainnya disekitar kita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

#2___Lentik Jemarimu bukan untuk scrolling semata

             Tipis cahaya matahari menembus celah gorden kamar Revina, memaksanya membuka mata dengan berat. Ia lihat jam di dinding menunju...