Selasa, 17 Maret 2020

BENTAKAN ATAU KASIH SAYANG


Anak adalah anugerah Allah yang tak terhingga besar nya...dan sangat mbahagiakn hati pasangan suami istri.Namun di balik kebahagiaan itu terdapat bejuta-juta ujian yang Allah berikan kepada kita melalui kehadiran anak kita.

Ketika anak baru lahir hingga usia 1,5 tahun,dia adalah anak yg lucu dan menggemaskan,setiap gerakanya,ocehannya selalu mbuat kita tersenyum bahagia,seakan-akan dunia selalu indah setiap saat.Menginjak anak berusia 2-5 tahun anak mulai untuk berexplorasi,anak menjadi sangat cerewet,egois,apapun kemauannya harus di turuti,selalu berteriak,memukul dan menangis jika kita melarangnya,tidak peduli entah itu hal yang membahayakan atau tidak,tetap saja menangis jika kita melarangnya.Dan akhirnya sebagai seorang ibu yang padat dengan aktifitas dirumah,seperti mencuci,mengepel,memasak,menyetrika,mengantar anak sekolah dll,tentu kita akan tidak sabar dengan kelakuan anak kita yang masih balita tersebut.Apalagi jika anak kita lebih dari satu,belum lagi harus urus suami dan mengikuti kegiatan-kegiatan di masyarakat di tambah lagi dengan keadaan ekonomi yang kurang/pas-pas an,pada akhirnya bentakan dan bentakan lah yang sering kita hadiahkan kepada balita kita. Karena membentak anak ketika kita marah adalah hal yang paling membuat kita merasa puas karena tersalurkan emosi kita.Padahal bentakan yang sering membuat kita merasa puas hati dan kita anggap sepele,jika kita lakukan setiap hari maka akan berdampak negatif pada anak,hal itu akan jelas terlihat ketika anak dewasa.

Menurut Lise Eliot seorang pakar Neoro Sains,membentak anak usia balita akan berdampak diantaranya, saat anak tumbuh dewasa mereka akan menjadi orang yang minder dan takut mencoba hal-hal baru,jiwa nya selalu merasa bersalah sehingga hidupnya penuh keraguan dan merasa tidak percaya diri,anak juga tumbuh dengan sifat pemarah,egois,judes,selain itu anak juga memiliki sifat penentang,keras kepala dan suka membantah nasehat/perintah orang tua,pribadi anak juga tertutup dan suka menyimpan unek-uneknya,takut mengutarakan sesuatu dan anak sering tidak peduli pada suatu hal dan lingkungan sekitar.

Jadi pada intinya,hidup adalah pilihan,pilihan itu ada di tangan kita sendiri,dan akankah kita besarkan anak kita dengan bentakan dan lengkap dengan  segala dampak negatifnya ataukah akan kita besarkan anak kita dengan kelembutan,ketegasan kasih sayang dengan segala dampak positif nya.

- UjiPriyatiningsih- 17032020

NIKMAT YANG TERLUPAKAN




Berbahagia dan bersyukurlah kita yang telah Allah SWT berikan berjuta-juta nikmat yang tidak mampu kita hitung satu persatu, di antara nikmat terbesar adalah nikmat iman dan islam yang ada pada diri kita.

Selain itu masih banyak lagi nikmat dunia yang Allah anugerahkan kepada kita.Diantara nikmat tersebut adalah nikmat kekayaan,kecerdasan,kecantikan/ketampanan,jabatan,anak-anak yang membanggakan dll.

Dan di balik itu semua masih ada salah satu nikmat yang Allah berikan kepada kita ,namun kebanyakan dari kita dan saya sendiri pun kurang menyadari bahwa hal itu adalah sebuah nikmat besar yang harus kita syukuri.

Tanpa nikmat tersebut,sejatinya kita bukan lah apa-apa,bukan lah siapa-siapa.Kekayaan,kecantikan/ketampanan,kecerdasan,jabatan,anak-anak yang membanggakan tidak akan ada artinya sedikit pun jika Allah tidak memberikan kita nikmat tersebut.

Kita sering kali berfikir bahwa,ketika orang lain menghargai kita,memuji kita,menghormati kita,meng elu2 kan kita,mengidolakan kita dll,kita anggap apa yang orang lain lakukan tersebut adalah karena kehebatan diri kita.Sehingga kebanyakan dari kita akan merasa sombong,bangga diri,ujub dan lalai kepada sang pemberi nikmat.

Kita sering lalai dan menjadi sombong serta lupa diri, padahal mereka yang Allah takdirkan  memiliki jabatan tinggi,memiliki kekayaan melimpah,memiliki kecantikan/ketampanan dll,sehingga mendapat pujian,sanjungan,di hormati,di idolakan dll semua itu tak lepas dari sebuah nikmat yang Allah berikan kepada kita,yaitu nikmat di tutupi nya " Aib-aib "kita atau keburukan-keburukan kita oleh Allah SWT.

Tanpa di tutupi nya aib-aib kita oleh Allah ,maka kita bukanlah siapa-siapa,bahkan mungkin setiap orang tidak akan memandang kita,malas dekat dengan kita,enggan mendengarkan kata-kata kita, jika Allah menghendaki aib-aib kita di tampakan kepada setiap manusia.

Bersyukurlah karena Allah masih menjaga kita dengan menutupi semua aib-aib kita,itulah tanda kasih sayang Allah yang selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk bertaubat.

Namun bagi kita yang mungkin Allah takdirkan untuk terbuka aib-aibnya, baik oleh orang tua,anak,suami,saudara ataupun oleh sahabat sendiri,kita tidak perlu merasa galau berkepanjangan.

Karena sesungguhnya,terbukanya aib-aib kita bukan karena Allah membenci kita,tapi karena Allah menyayangi kita.Dengan terbuka nya aib kita,Allah berharap kita bisa cepat bertaubat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Jadi tertutup atau pun terbukanya aib kita di mata manusia, keduanya terdapat hikmah yang baik untuk kita semua,yaitu karena Allah menginginkan kita menjadi manusia yang baik,beriman,bertaqwa dan senantiasa dekat dengan Allah SWT.

Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallalahu Alaihi Wassalam beliau bersabda,"Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia,melainkan Allah akan menutupi aib nya di hari kiamat kelak"(Shahih Muslim).

Intinya jika kita menutupi aib orang lain,maka Allah akan tutup aib kita dan sebaliknya Jika kita buka aib orang lain maka Allah akan buka aib kita .

-Uji Priyatiningsih - 17032020 - 

#2___Lentik Jemarimu bukan untuk scrolling semata

             Tipis cahaya matahari menembus celah gorden kamar Revina, memaksanya membuka mata dengan berat. Ia lihat jam di dinding menunju...