Anak adalah anugerah Allah yang tak terhingga besar nya...dan sangat
mbahagiakn hati pasangan suami istri.Namun di balik kebahagiaan itu terdapat
bejuta-juta ujian yang Allah berikan kepada kita melalui kehadiran anak kita.
Ketika anak baru lahir hingga usia 1,5 tahun,dia adalah anak yg lucu
dan menggemaskan,setiap gerakanya,ocehannya selalu mbuat kita tersenyum
bahagia,seakan-akan dunia selalu indah setiap saat.Menginjak anak berusia 2-5
tahun anak mulai untuk berexplorasi,anak menjadi sangat cerewet,egois,apapun
kemauannya harus di turuti,selalu berteriak,memukul dan menangis jika kita
melarangnya,tidak peduli entah itu hal yang membahayakan atau tidak,tetap saja
menangis jika kita melarangnya.Dan akhirnya sebagai seorang ibu yang padat dengan
aktifitas dirumah,seperti mencuci,mengepel,memasak,menyetrika,mengantar anak
sekolah dll,tentu kita akan tidak sabar dengan kelakuan anak kita yang masih
balita tersebut.Apalagi jika anak kita lebih dari satu,belum lagi harus urus
suami dan mengikuti kegiatan-kegiatan di masyarakat di tambah lagi dengan
keadaan ekonomi yang kurang/pas-pas an,pada akhirnya bentakan dan bentakan lah
yang sering kita hadiahkan kepada balita kita. Karena membentak anak ketika
kita marah adalah hal yang paling membuat kita merasa puas karena tersalurkan
emosi kita.Padahal bentakan yang sering membuat kita merasa puas hati dan kita
anggap sepele,jika kita lakukan setiap hari maka akan berdampak negatif pada
anak,hal itu akan jelas terlihat ketika anak dewasa.
Menurut Lise Eliot seorang pakar Neoro Sains,membentak anak usia balita
akan berdampak diantaranya, saat anak tumbuh dewasa mereka akan menjadi orang
yang minder dan takut mencoba hal-hal baru,jiwa nya selalu merasa bersalah
sehingga hidupnya penuh keraguan dan merasa tidak percaya diri,anak juga tumbuh
dengan sifat pemarah,egois,judes,selain itu anak juga memiliki sifat
penentang,keras kepala dan suka membantah nasehat/perintah orang tua,pribadi
anak juga tertutup dan suka menyimpan unek-uneknya,takut mengutarakan sesuatu dan
anak sering tidak peduli pada suatu hal dan lingkungan sekitar.
Jadi pada intinya,hidup adalah pilihan,pilihan itu ada di tangan kita
sendiri,dan akankah kita besarkan anak kita dengan bentakan dan lengkap
dengan segala dampak negatifnya ataukah
akan kita besarkan anak kita dengan kelembutan,ketegasan kasih sayang dengan
segala dampak positif nya.
- UjiPriyatiningsih- 17032020