Rabu, 27 Agustus 2025

HUJAN DI KOST-KOSTAN


deras hujan semalam, ternyata hingga subuh, kini telah reda. tetesan air air terakhir yang jatuh melambat di setiap ujung genting deretan terendah di rumah rumah warga, terlihat berkilauan memantul cahaya lampu jalan, seperti nyala kembang api yang indahnya hanya sesingkat detik.

30 an meter kekanan dari pertigaan jalan yang menghubung ke kota besar, ada pohon pinus perkasa dengan batang sebesar perut kerbau dewasa, ujungnya yang seperti menyentuh langit bila dilihat dari bawah, menjadi spot fafourite bagi aneka burung dengan bertengger dan berkicau lepas. dan pagi ini kicauannya terdengar jelas, menggantikan suara tetesan air hujan yang terus melemah hingga hilang sama sekali. Suara burung itu tidak asing, gampang dikenali, burung kutilang, kicaunya lantang, memecah pagi, menjadi transisi dari gelap gulita ke remang-remang hingga akhirnya ke terang benderang.

Dan, sebentar kemudian deru² mobil dan motor terdengar makin jelas, klakson² melolong yang tanpa harmoni mempertegas urusan para manusia yang padat untuk bermanja paksa dg prioritas individu masing-masing.

kicauan burung menjadi samar, derai rintik hujan hilang, nuansa pagi yang sejuk kini telah rusak dan makin berantakan.

Kubuka jendela kamar kost²

Dinding keliling rumah sebelah hanya berjarak 1 meter dari jndela 

Sarang laba² sepagi ini sudah terbangun rapi, terhubung dari ujung² daun pakis yg tumbuh di tembok, juga tangkai ² kering suplir yang mahkota daunnya lapuk, 

Gerimis mulai merintik lagi, sepertinya akan semakin deras, Saya harus berkemas berangkat kerja

Ajibarang, 27 Agustus 2025 

#2___Lentik Jemarimu bukan untuk scrolling semata

             Tipis cahaya matahari menembus celah gorden kamar Revina, memaksanya membuka mata dengan berat. Ia lihat jam di dinding menunju...