Pengertian Stress
1. Gangguan atau kekacauan mental dan emosional
2. Tekanan.
Faktor – faktor Penyebab Stress
Di sisi lain, stressor adalah sumber
yang dipersepsi seseorang atau sekelompok orang memberi tekanan/cekaman
terhadap keseimbangan diri mereka. Ada 3 sumber utama bagi stress, yaitu :
1. Lingkungan
Lingkungan kehidupan memberi berbagai
tuntutan penyesuaian diri seperti antara lain: cuaca, kebisingan, kepadatan,
tekanan waktu, standard prestasi, berbagai ancaman terhadap rasa aman dan harga
diri, tuntutan hubungan antar pribadi, penyesuaian diri dengan teman,
pasangan,dengan perubahan keluarga.
2. Fisiologis
perubahan kondisi tubuh: masa remaja;
haid, hamil, proses menua, kecelakaan, kurang gizi, kurang tidur, tekanan
terhadap tubuh.
reaksi tubuh : reaksi terhadap ancaman
& perubahan lingkungan mengakibatkan perubahan pada tubuh kita, menimbulkan
stress.
3. Pikiran kita
Pikiran menginterpretasi dan menerjemahkan pengalaman perubahan
dan menentukan kapan menekan tombol panik. Bagaimana kita memberi makna/label
pada pengalaman dan antisipasi ke depan, bisa membuat kita relax atau stress.
Gejala Stress
Ada sejumlah gejala yang bisa diditeksi secara
mudah yaitu :
1. Gejala
Fisiologis
Denyut jantung bertambah cepat, banyak berkeringat (terutama
keringat dingin), pernafasan terganggu, otot terasa tegang, sering ingin buang
air kecil, sulit tidur, gangguan lambung.
2. Gejala
Psikologis
Resah, sering merasa bingung, sulit berkonsentrasi, sulit
mengambil keputusan, tidak enak perasaan, atau perasaan kewalahan ( exhausted)
dsb
3. Tingkah
Laku
Berbicara cepat sekali, menggigit kuku, menggoyang-goyangkan kaki,
ticks, gemetaran, berubah nafsu makan ( bertambah atau berkurang).
Gejala-gejala Stress Pada Remaja
Anda dapat mengetahui apakah diri
kalian mengalami depresi atau tidak maka Anda
perlu mengetahui gejala-gejala depresi pada remaja. Bagaimana gejala-gejala stress yang dialami remaja ? ada beberapa gejala-gejala depresi
pada remaja, yaitu:
1.
Kehilangan
minat dan kegembiraan pada hampir semua aktivitas dan hal ini hampir terjadi
setiap hari.
2.
Berat
badan mengalami penurunan, padahal tidak sedang melakukan diet. Atau justru mengalami
peningkatan berat badan lebih dari 5% dalam satu bulan. Atau mengalami
penurunan atau justru peningkatan nasfu makan hampir setiap hari.
3.
Mengalami
insomnia (kesulitan tidur) atau hipersomnia (suka tidur atau lebih banyak
tidur) hampir setiap hari.
4.
Mengalami
penurunan minat dalam melakukan aktivitas yang terjadi hampir setiap hari dan
kehilangan energi hampir setiap hari.
5.
Merasa
dirinya tidak berharga atau merasa bersalah yang berlebihan.
6.
Kehilangan
kemampuan untuk berpikir dan berkonsentrasi.
7.
Munculnya
perasaan sedih hampir setiap hari.
8.
Munculnya
pikiran-pikiran tentang kematian, ide bunuh diri yang berulang tanpa rencana,
atau adanya usaha percobaan bunuh diri.
Dampak Akibat Stress
Dampak
stress dibedakan dalam 3 kategori, dampak Fisiologik, dampak psikologik
dan dampak perilaku behavioral
1. Dampak Fisiologis
Secara umum orang yang mengalami
stress mengalami sejumlah gangguan fisik seperti : mudah masuk angin, mudah
pening-pening, kejang otot (kram), mengalami kegemukan atau menjadi kurus yang tidak
dapat dijelaskan, juga bisa menderita penyakit yang lebih serius seperti ,
hypertensi, dst. Secara rinci dapat
diklasifikasi sebagai berikut :
a. Gangguan
pada organ tubuh,
- Muscle myopathy ; otot tertentu
mengencang/melemah
- Tekanan darah naik ; kerusakan jantung dan
arteri
- Sistem pencernaan; mag, diarrhea
b. Gangguan pada sistem reproduksi
- Amenorrhea; tertahannya menstruasi
- Kegagalan ovulasi pada wanita,
c. Gangguan pada sistem pernafasan :
asthma, bronchitis
d. Gangguan lainnya, seperti pening (migrane), tegang otot,
rasa bosan, dst
2. Dampak Psikologis
• Keletihan
emosi, jenuh, penghayatan ini merupakan tanda pertama dan punya peran sentral
bagi terjadinya burn – out.
• Terjadi
depersonalisasi ; Dalam keadaan
stress berkepanjangan, seiring dengan kelelahan/keletihan emosi, kita dapat
melihat ada kecenderungan yang bersangkutan memperlakuan orang lain sebagai
sesuatu ketimbang sesorang.
• Pencapaian
pribadi yang bersangkutan menurun, sehingga berakibat pula menurunnya rasa
kompeten & rasa sukses.
3. Dampak Perilaku
• Manakala
stress menjadi distress, prestasi belajar menurun dan sering terjadi tingkah
laku yang tidak berterima oleh masyarakat.
• Level
stress yang cukup tinggi berdampak negative pada kemampuan mengingat informasi,
mengambil keputusan, mengambil langkah tepat.
• Mahasiswa yang ‘over-stressed’ ~ stress berat seringkali banyak membolos atau tidak aktif mengikuti kegiatan pembelajaran.